Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Beda dari yang Lain, Makan Bergizi Gratis di Majalengka Dilakukan Secara Prasmanan dengan Kotak Bekal Sendiri

Cicik Nur Latifah • Sabtu, 18 Januari 2025 | 01:45 WIB
Potret Makan Bergizi Gratis di Majalengka
Potret Makan Bergizi Gratis di Majalengka

RADARTUBAN- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan di 26 provinsi sejak 6 Januari 2024 terus menarik perhatian.

Di Kabupaten Majalengka, program ini dikemas dengan cara unik, yakni sajian prasmanan yang memberikan kebebasan bagi siswa untuk memilih dan mengatur porsi makan mereka.

Pada unggahan akun TikTok resmi @pemkabmajalengka pada Senin (13/1), terlihat siswa-siswi sebuah SMP negeri di Majalengka berbaris rapi untuk mengambil makanan yang disediakan.

Hidangan terdiri dari nasi, sayur sawi, tahu, ayam, susu kemasan, dan buah. Berbeda dengan program serupa di daerah lain, para murid di Majalengka diwajibkan membawa piring atau kotak bekal sendiri, sebagai langkah mengurangi limbah plastik.

Program ini tak hanya memberi kebebasan memilih porsi, tetapi juga mengajarkan siswa untuk bertanggung jawab terhadap makanan yang mereka ambil.

Setelah mengambil hidangan, siswa duduk di bangku masing-masing, menyantap makanan dengan tertib. Para guru turut mengawasi jalannya kegiatan, memastikan tak ada makanan yang terbuang.

Video dokumentasi program ini menarik perhatian warganet. Banyak yang memuji pendekatan ala prasmanan ini, menyebutnya mirip dengan sistem di sekolah luar negeri.

Beberapa warganet juga memberikan saran, seperti menambahkan ahli gizi di setiap sekolah untuk memastikan kualitas menu.

Namun, tak sedikit yang menyampaikan komentar jenaka. "Kalo di SMK, ngambilnya porsi mukbang," tulis seorang warganet.

"SMA kalau begini bakal ambil nasi porsi kuli," komentar lainnya. Ada pula yang mengkritik pilihan susu manis, menyarankan penggunaan susu full cream.

Program MBG tak hanya menciptakan momen kenyang, tetapi juga momen kebersamaan di antara para siswa.

Beberapa siswa memilih makan bersama teman-teman di kelas, bahkan ada yang merekam keseruan tersebut untuk dibagikan di media sosial.

Sementara itu, warganet yang sudah kuliah mengungkapkan rasa iri karena tidak sempat merasakan program serupa semasa sekolah.

"Angkatan 2006 ke bawah cuma bisa gigit jari," ujar seorang warganet.

Kegiatan ini diharapkan terus memberikan dampak positif, tak hanya untuk pemenuhan gizi siswa tetapi juga mengajarkan budaya disiplin dan hemat.

Meski mendapat banyak respons positif, beberapa pihak berharap adanya peningkatan dalam variasi menu dan penyesuaian sesuai kebutuhan usia anak.

Melalui program ini, pemerintah Kabupaten Majalengka menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesehatan dan pendidikan generasi muda. Semoga inovasi seperti ini bisa terus berkembang di daerah lainnya. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#kotak bekal #Makan Bergizi Gratis #makan #majalengka #prasmanan