Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Seblak dan Bakso Picu Ribuan Remaja Alami Anemia, Begini Penjelasan Ahli

Cicik Nur Latifah • Selasa, 21 Januari 2025 | 18:45 WIB
Seblak yang ternyata berdampak negatif pada kesehatan.
Seblak yang ternyata berdampak negatif pada kesehatan.

RADARTUBAN - Sebanyak 8.861 remaja putri di Karawang terdeteksi menderita anemia, yang diduga dipicu oleh kebiasaan mengonsumsi seblak dan bakso. Data ini diperoleh dari skrining yang dilakukan Dinas Kesehatan Karawang terhadap 33.106 remaja putri.

Tingkat keparahan anemia bervariasi, dengan 346 orang mengalami anemia berat, 3.268 anemia sedang, dan 5.247 anemia ringan. Namun,benarkah seblak dan bakso menjadi penyebab utamanya?


Dikutip dari CNN Indonesia, Dokter spesialis gizi Rumah Sakit Melinda, Bandung, Johanes Chandrawinata, menjelaskan bahwa kandungan nutrisi pada seblak dan bakso tidak cukup untuk mencegah anemia, terutama kekurangan zat besi.

"Bakso memang terbuat dari tepung dan daging sapi, tetapi kandungan dagingnya sangat kecil. Padahal, daging sapi adalah sumber zat besi yang baik. Jumlah kecil ini tidak mencukupi kebutuhan tubuh," ujarnya, Jumat (17/1).

Hal yang sama juga terjadi pada seblak, yang lebih dominan mengandung karbohidrat dan lemak. "Seblak minim protein, zat besi, dan daging merah. Zat besi nabati seperti dari sayuran hijau juga hampir tidak ada," tambah Johanes.


Selain faktor gizi, Johanes juga menyoroti kemungkinan anemia disebabkan oleh infeksi cacing tambang akibat konsumsi makanan yang tidak higienis.

"Infeksi cacing tambang bisa muncul dari sayuran segar atau lalapan yang tidak bersih, atau alat makan yang terkontaminasi," jelasnya.


Johanes menyarankan masyarakat merebus makanan dengan air mendidih untuk membunuh telur cacing tambang yang dapat menyebabkan anemia. Selain itu, masyarakat dianjurkan mengonsumsi makanan bergizi seperti daging merah, serta menambahkan vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi dari sayuran hijau.

Dia juga merekomendasikan konsumsi obat cacing secara rutin, satu hingga dua kali setahun, sebagai langkah pencegahan.


Untuk mencegah anemia, terutama pada remaja putri, pola makan seimbang yang kaya akan zat besi sangat diperlukan. Mengurangi makanan rendah nutrisi seperti seblak dan bakso, serta meningkatkan konsumsi makanan bergizi, menjadi langkah awal untuk menjaga kesehatan tubuh. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#bakso #seblak #dinas kesehatan karawang #anemia