RADARTUBAN— Gunung Marapi dikabarkan mengeluarkan dentuman keras, gunung yang terletak di kecamatan Agam, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat ini kembali meletus setelah mengeluarkan abu vulkanik selama 3 hari berturut-turut.
(PVMBG) Pusag Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi memberikan himbauan bagi para masyarakat, pendaki, maupun pengunjung yang ingin berwisata agar tidak memasuki wilayah radius tigakilometer dari pusat yang dinyatakan area erupsi (Kawah Verbeek)
Namun beredarnya video dan foto-foto dimana pendaki tetap melakukan pendakian walaupun kondisi gunung tersebut sedang ditutup karena masih terjadi erupsi.
Pada kamis, (23/1) BKSDA Sumbar (Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatra Barat) mengatakan untuk meminta klarifikasi kepada publik dalam waktu 3×24 jam karena tindakan yamg dilakukan para pendaki itu adalah ilegal
"Dari postingan yang viral, tindakan para pendaki termasuk dalam pendakian ilegal," Ungkap BKSDA Sumbar, Kamis (23/1)
Erupsi gunung marapi sendiri dibarengi dengan hujan vulkanik sejak minggu (19/1) berlanjut hingga (22/01) dimana gunung marapi saat itu dinyatakan pada level waspada Siaga II. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni