Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Seskab Mayor Teddy Indra Wijaya Laporkan Kekayaan Rp15,3 Miliar ke KPK

Cicik Nur Latifah • Sabtu, 25 Januari 2025 | 01:27 WIB
Seskab Mayor Teddy
Seskab Mayor Teddy

RADARTUBAN- Sekretaris Kabinet (Seskab) Mayor Teddy Indra Wijaya baru saja melaporkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam laporan yang disampaikan pada 15 Januari 2025, total kekayaan Mayor Teddy tercatat sebesar Rp15,3 miliar atau tepatnya Rp15.380.000.000.

Mayoritas kekayaan Mayor Teddy berasal dari aset properti senilai Rp8,2 miliar yang tersebar di Sragen (Jawa Tengah), Minahasa (Sulawesi Utara), dan Bekasi (Jawa Barat).

Empat dari lima bidang tanah dan bangunan tersebut merupakan hibah, sementara satu aset di Bekasi adalah hasil jerih payah sendiri.

Selain itu, Mayor Teddy memiliki tiga kendaraan roda empat, yaitu Toyota Jeep Land Cruiser tahun 2014, Toyota Fortuner tahun 2015, dan Honda CRV tahun 2010, dengan total nilai Rp1,3 miliar.

Dia juga mencatatkan harta bergerak lain senilai Rp4,6 miliar serta kas dan setara kas Rp1,1 miliar. Dalam laporan tersebut, tidak ada utang yang tercatat atas nama Mayor Teddy.

“Saya sudah melaporkan kekayaan ini sesuai ketentuan yang berlaku. Nantinya, KPK akan melakukan verifikasi lebih lanjut,” ujar Mayor Teddy melalui pesan singkat, Kamis (23/1).

Langkah ini diambil sebagai bentuk transparansi dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang kini memasuki 100 hari kerja.

Mayor Teddy adalah salah satu dari 123 pejabat negara yang telah melaporkan LHKPN mereka ke KPK.

Sebagaimana diketahui, Mayor Teddy Indra Wijaya lahir pada 14 April 1989 di Manado dari pasangan Kolonel Inf. (Purn) Giyono dan Mayor Caj (K) Patris R.A. Rumbayan.

Dia menyelesaikan pendidikan di SMA Taruna Nusantara sebelum melanjutkan ke Akademi Militer (Akmil) dan lulus pada 2011.

Karier militer Mayor Teddy terbilang cemerlang. Dia pernah menjalani pelatihan bergengsi di Ranger School, Amerika Serikat, yang melatih pasukan elit dari berbagai negara.

Selama di sana, pria tersebut pernah menjadi salah satu dari enam siswa internasional yang berhasil menyelesaikan program tersebut.

Mayor Teddy dikenal sebagai pendamping setia Presiden Prabowo. Sebelumnya, dia juga pernah menjadi asisten ajudan Presiden Joko Widodo pada periode 2014–2019.

Sosok Mayor Teddy kembali menjadi sorotan saat ia menegur seorang pejabat negara dengan pelat nomor RI 36, yang pengawalnya viral karena tindakan arogan di jalan.

Mayor Teddy menegaskan bahwa seluruh pejabat telah diingatkan untuk lebih berhati-hati dan bijaksana saat berkendara.

“Sudah saya tegur agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Semua pejabat negara harus memberi contoh yang baik,” tegasnya.

Video insiden tersebut memicu diskusi publik di media sosial. Banyak netizen mempertanyakan urgensi penggunaan pengawalan di tengah kemacetan.

Meski demikian, identitas pemilik pelat nomor RI 36 hingga kini belum terungkap.

Pelaporan LHKPN oleh Mayor Teddy diharapkan menjadi contoh transparansi bagi pejabat lain untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintahan. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#KPK #bekasi #kekayaan #minahasa #jawa tengah #seskab #LHKPN #mayor teddy