Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Seorang WNI Tewas Ditembak di Perairan Malaysia, Pemerintah Desak Investigasi Menyeluruh

Alifah Nurlias Tanti • Senin, 27 Januari 2025 | 22:05 WIB
Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani.
Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani.

RADARTUBAN - Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani, menyampaikan kecaman keras terhadap insiden penembakan yang menimpa lima Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural di perairan Tanjung Rhu, Malaysia.

Peristiwa tragis ini terjadi pada Jumat (24/1), sekitar pukul 03. 00 waktu setempat, melibatkan lima warga negara Indonesia, dan satu di antaranya dilaporkan telah meninggal dunia.

Christina mengingatkan pemerintah Malaysia untuk segera melakukan penyelidikan menyeluruh atas insiden ini. Dia juga menyoroti tuduhan tentang penggunaan kekuatan berlebihan oleh pihak berwenang yang berdampak pada jatuhnya korban jiwa dan luka-luka.

Kementerian P2MI mendesak pemerintah Malaysia untuk menangani masalah ini secara serius dan mengambil langkah tegas terhadap petugas patroli Agensi Penguatkuasa Maritim Malaysia (APMM) jika terbukti melakukan tindakan yang melanggar hak asasi manusia, terutama penggunaan kekuatan berlebihan.

Pernyataan ini disampaikan Wamen Christina dalam konferensi pers di Jakarta, yang dikutip pada Minggu, (16/1).

Dia juga menegaskan komitmennya untuk memastikan korban yang terluka menerima perawatan medis yang layak dan memberikan dukungan kepada keluarga korban, termasuk bantuan hukum serta pemulangan jenazah.

"Saat ini, KemenP2MI tengah menelusuri daerah asal para korban agar pendampingan dapat dilakukan dengan optimal," katanya.

KemenP2MI juga telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI dan Atase Kepolisian di KBRI Kuala Lumpur untuk mempercepat akses konsuler dan menjenguk korban yang sedang mendapatkan perawatan.

Di samping itu, Wamen Christina mengungkapkan niatnya untuk mendorong diadakannya pertemuan dengan pemerintah Malaysia guna membahas langkah-langkah untuk mencegah insiden serupa di masa mendatang.

"Pertemuan tersebut juga akan membahas mekanisme penanganan PMI nonprosedural secara manusiawi, sesuai dengan standar hak asasi manusia (HAM)," tambahnya. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Christina Aryani #pekerja migran indonesia #Malaysia