RADARTUBAN - Belum lama ini PT Paragon Corp membuat banyak orang kagum. Khususnya kepada para pemilik perusahaan yang dinilai sangat memanusiakan karyawan.
Perusahaan ini, baru saja membawa sekitar 1.200 lebih karyawannya terbang ke Luar Negeri yaitu Malaysia untuk acara Gathering perusahaan, hal ini dikonfirmasi melalui sosial media Instagram @paragoncorp, Jumat (24/1).
Tak hanya sekedar Gathering, momen ini menjadi tempat bagi semua pendiri perusahaan dan karyawan semakin dekat, dengan mengusung tema 'Berani Seberani Itu: Breaking Barriers, New Thinking, Go Global'.
Nurhayati Subakat adalah seorang pengusaha perempuan asal Padang Panjang, Sumatera Barat, yang dikenal sebagai pendiri Paragon Technology and Innovation (PTI).
Dia merupakan pelopor kosmetik halal di Indonesia melalui merek Wardah, yang kini menjadi salah satu brand kecantikan lokal paling terkenal.
Lahir pada 27 Juli 1950, Nurhayati memulai perjalanan hidupnya dari keluarga sederhana hingga berhasil membangun bisnis besar di industri kecantikan.
Perjalanan Nurhayati Subakat penuh dengan tantangan, dimulai dari kariernya sebagai apoteker hingga akhirnya memutuskan untuk menjadi pengusaha.
Dengan kerja keras dan inovasi, ia berhasil mengembangkan bisnisnya dari skala rumahan menjadi perusahaan besar yang kini memiliki lebih dari 14 ribu karyawan.
Filosofi bisnisnya yang menekankan kebermanfaatan dan kualitas telah menjadikan Paragon Corp sebagai pemimpin pasar kosmetik di Indonesia.
Sebagai perempuan Minang yang menjunjung tinggi nilai agama dan budaya, Nurhayati Subakat selalu mengutamakan prinsip halal dalam setiap produknya.
Dengan visi dan dedikasinya, ia telah memberikan kontribusi besar bagi industri kecantikan lokal sekaligus menginspirasi banyak perempuan Indonesia untuk berkarya dan menjadi mandiri.
Nurhayati Subakat menyelesaikan pendidikan menengahnya di Pondok Pesantren Diniyyah Puteri, Padang Panjang, sebelum melanjutkan sekolah di Kota Padang.
Berkat kecerdasannya, dia diterima di jurusan Farmasi, Institut Teknologi Bandung (ITB). Di kampus inilah ia bertemu dengan Subakat Hadi, pria asal Kebumen yang kemudian menjadi suaminya pada tahun 1978.
Setelah menyelesaikan pendidikan farmasi, Nurhayati Subakat bekerja sebagai apoteker di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M. Djamil, Padang.
Kehidupannya mulai berubah setelah ia pindah ke Jakarta mengikuti suaminya. Setelah bekerja sebagai staf pengendalian mutu di perusahaan kosmetik Wella, Nurhayati memutuskan untuk berhenti bekerja dan fokus mengurus keluarga.
Namun, keinginannya untuk berwirausaha mulai tumbuh karena ia ingin mengaplikasikan ilmu farmasinya dalam dunia bisnis.
Pada tahun 1985, Nurhayati Subakat bersama suaminya memulai bisnis rumahan dengan memproduksi sampo khusus untuk salon dengan merek Putri.
Bermodal omzet Rp 2 juta per bulan, mereka menjual produk dari satu salon ke salon lain di Tangerang.
Dalam waktu lima tahun, bisnis mereka berkembang pesat hingga mempekerjakan 25 orang karyawan.
Kesadaran akan permintaan produk halal di pasar kosmetik mendorong Nurhayati untuk meluncurkan merek Wardah pada tahun 1995.
Merek ini membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dikenal luas, terutama setelah tren hijabers mulai booming pada 2009.
Pada tahun 2011, PT Pusaka Tradisi Ibu berubah menjadi PT Paragon Technology and Innovation untuk mendukung ekspansi bisnisnya.
Hingga saat ini, Paragon Corp mengelola 14 merek yaitu Putri, Wardah, Emina, Kahf, Make Over, Crystallure, Instaperfect, Laboré, Bio def, Tavi, Wonderly, OMG, Beyondly, Earth Love Life, serta memiliki 43 pusat distribusi di Indonesia dan Malaysia.
Wardah sendiri berkontribusi sebesar 70% terhadap pendapatan perusahaan, menjadikannya salah satu produk kosmetik lokal yang paling sukses.
Nurhayati Subakat telah menginspirasi banyak orang melalui dedikasinya di industri kecantikan.
Namanya tercatat dalam daftar 25 Pebisnis Perempuan Paling Berpengaruh di Asia versi Forbes Asia pada 2018. Kekayaannya, yang diperkirakan mencapai Rp 24 triliun, adalah buah dari kerja kerasnya selama puluhan tahun.
Dengan nilai-nilai keberlanjutan, inovasi, dan kebermanfaatan, Nurhayati Subakat telah menciptakan warisan yang tidak hanya bermanfaat bagi keluarganya, tetapi juga bagi masyarakat luas.
Paragon Corp terus berkembang sebagai perusahaan yang tidak hanya fokus pada keuntungan, tetapi juga pada dampak sosial yang positif. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni