Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Relief Candi Surawana Miliki Cerita Mitologi Petapa yang Mengandung Pesan Moral, Simak Kisahnya

Amaliya Syafithri • Selasa, 28 Januari 2025 | 22:35 WIB
Candi Surawana
Candi Surawana

RADARTUBAN - Candi menjadi salah satu warisan nenek moyang bangsa Indonesia yang saat ini masih menarik untuk dibahas.

Sebagai salah satu aspek yang menjadi ciri khas Nusantara, Candi memiliki berbagai hal unik di setiap reliefnya, salah satunya yaitu pada Candi Surawana.

Candi Surawana (Surowono) terletak di Desa Canggu, Kecamatan Badas, Kediri, dan merupakan salah satu Candi peninggalan Kerajaan Majapahit.

Berdasarkan postingan di akun Instagram @asisichannel pada Senin (27/1), terungkap bahwa ternyata relief pada Candi Surawana memiliki cerita mitologi yang menarik. 

Dalam relief tersebut menceritakan tentang perjalanan spiritual Bubuksah dan Gagang Aking, dua orang Petapa yang bertapa dengan cara berbeda.

Gagang Aking hanya makan tumbuh-tumbuhan dan menjauhi kesenangan, sementara Bubuksah memakan apa saja yang terjerat dalam perangkap yang dibuatnya dan minum arak.

Namun, menariknya kisah ini justru menceritakan nasib yang berkebalikan ketika akhirnya ujian datang kepada dua bersaudara tersebut.

Seekor harimau kelaparan datang dan meminta salah satu dari mereka untuk menjadi santapannya.

Gagang Aking yang merasa dirinya lebih saleh menolak dengan alasan badannya kurus, sedangkan Bubuksah bersedia membiarkan dirinya dimakan.

Akhirnya, terungkaplah bahwa harimau itu adalah utusan Dewa Siwa yang hendak menguji mereka berdua.

Dengan keikhlasan hatinya, Bubuksah diizinkan naik ke surga dengan menunggangi harimau itu. 

Namun dengan permintaannya pula Gagang Aking bisa ikut, tetapi berpegangan pada ekor harimau selama perjalanan menuju ke surga.

Pesan Moral Cerita Mitologi Bubuksah dan Gagang Aking :

1. Selalu ikhlas dalam menjalankan sesuatu.
2. Tetap rendah hati dan tidak merasa diri paling baik dibandingkan yang lain.
3. Terkadang yang dilihat di depan mata tidak bisa menjadi penentu akan sifat seseorang.

Dalam konteks kehidupan modern, kisah Bubuksah dan Gagang Aking dapat memberikan suatu gambaran yang jelas bahwa keikhlasan dan kerendahan hati merupakan landasan penting dalam menjalani kehidupan. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#pesan moral #spiritual #Bubuksah #Gagang Aking #Relief #Candi Surawana #cerita mitologi