Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kronologi Siswa SMPN 7 Mojokerto Terseret Ombak di Pantai Drini, Tiga Meninggal dan Satu Masih Hilang

Cicik Nur Latifah • Kamis, 30 Januari 2025 | 16:33 WIB
Ilustrasi tenggelam.
Ilustrasi tenggelam.

RADARTUBAN - Kegiatan outing class yang seharusnya menjadi momen kebersamaan bagi siswa SMPN 7 Mojokerto berubah menjadi tragedi.

Selasa, 28 Januari 2025, belasan siswa terseret ombak di Pantai Drini, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Insiden ini menyebabkan tiga siswa meninggal dunia, sementara satu siswa lainnya masih dinyatakan hilang.

Kronologi kejadian bermula saat rombongan yang terdiri dari 257 orang tiba di Restoran Hutama Pantai Drini sekitar pukul 04.00 WIB.

Setelah sarapan, sejumlah siswa bermain di sisi barat pantai, yang ternyata merupakan jalur kapal dan area rip current. Ombak tiba-tiba datang dan menyeret mereka ke tengah laut.

Petugas SAR Linmas yang berjaga segera melakukan penyelamatan. Sembilan siswa berhasil dievakuasi dalam kondisi syok dan lemas akibat menelan air laut.

Namun, tiga siswa ditemukan dalam keadaan tak bernyawa setelah tersangkut di palung laut berkedalaman 10 meter. Satu siswa lainnya masih dinyatakan hilang.

 

"Tim sudah berhasil menemukan tiga korban, sayangnya mereka ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia," kata Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Pantai Baron, Surisdiyanto.

Sementara itu, tim gabungan SAR terus melakukan pencarian terhadap satu siswa yang masih hilang. Hingga Rabu (29/1), operasi penyisiran masih berlangsung di sekitar lokasi kejadian.

 

Tiga jenazah korban telah dipulangkan ke kampung halaman masing-masing dan dimakamkan pada Selasa malam. Kedatangan rombongan outing class di SMPN 7 Mojokerto disambut isak tangis keluarga korban.

Pihak sekolah menggelar doa bersama sebagai bentuk penghormatan terakhir dan memberikan motivasi kepada siswa agar tetap tegar menghadapi cobaan ini.

 

Korban selamat: Firnanda Rahmadani, Bintang Kenzi, Petra Agustino, Refana Bagas, M. Zaki Zaki, Arizona Reza, Ahmad Muzaki, Ainoah, Raditya Rangga.

Korban meninggal: Alfian Aditya Pratama, Malfen Yusuf, Baihaki F.

Siswa hilang: Rifki Yoda Pratama.

Pantai selatan Yogyakarta dikenal memiliki arus balik (rip current) yang kuat dan palung laut berbahaya. Kecepatan arus yang tinggi membuat korban sulit kembali ke pantai.

"Kami sudah memasang bendera merah dan papan peringatan larangan berenang," ujar Kepala BPBD DIY, Noviar Rahmad.

Namun, kecelakaan serupa masih kerap terjadi. Minimnya kesadaran wisatawan dan keterbatasan jumlah petugas menjadi tantangan dalam mencegah insiden di kawasan ini.

 

Tragedi ini menambah daftar panjang kecelakaan laut di pantai selatan Yogyakarta. Meskipun rambu peringatan telah dipasang dan patroli rutin dilakukan, edukasi terhadap wisatawan mengenai bahaya rip current masih perlu ditingkatkan.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat berwisata ke pantai, khususnya di kawasan berarus kuat seperti Pantai Drini. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#gunungkidul #SMPN 7 MOJOKERTO #pantai drini #yogyakarta #rip current #ombak #pantai baron