RADARTUBAN - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mendeteksi keberadaan Bibit Siklon Tropis 99S yang terpantau di Samudra Hindia sebelah selatan Banten.
Fenomena ini berpotensi menyebabkan cuaca ekstrem di beberapa wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan.
Baca Juga: BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Hingga 12 November: Waspada Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang
BMKG memperingatkan bahwa Bibit Siklon Tropis 99S dapat menimbulkan dampak berupa hujan lebat hingga sangat lebat, angin kencang, serta gelombang tinggi di perairan selatan Indonesia dengan ketinggian mencapai 1,25 hingga 2,5 meter.
Sejumlah daerah yang diperkirakan akan terdampak antara lain Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Lampung, dan Sumatera Selatan.
Sebagai langkah antisipatif, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor. Selain itu, masyarakat diharapkan untuk terus memantau informasi terbaru dari BMKG guna mengambil langkah pencegahan yang diperlukan.
Dengan puncak musim hujan yang sedang berlangsung, BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap waspada dan siap menghadapi kemungkinan cuaca ekstrem yang dapat terjadi kapan saja.
Bibit siklon ini memiliki kecepatan angin maksimum mencapai 25 knot (46 km/jam) dan tekanan udara minimum 996 hPa.
BMKG memprediksi potensi peningkatan intensitas bibit siklon ini menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan berada pada kategori sedang, dan meningkat menjadi tinggi dalam 48-72 jam ke depan.
Keberadaan Bibit Siklon Tropis 99S diperkirakan akan memberikan dampak tidak langsung berupa peningkatan kecepatan angin di wilayah Jawa Tengah.
Selain itu, bibit siklon ini berpotensi menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang di wilayah Lampung bagian selatan dan Banten bagian selatan. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama