RADARTUBAN - Satu rangkaian KRL baru yang dipesan dari China telah tiba di Indonesia pada Jumat (31/1). Trainset ini merupakan yang pertama dikirim ke Indonesia.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Joni Martinus, menyampaikan bahwa rangkaian KRL yang terdiri dari 12 gerbong ini diimpor dari CRRC Qingdao Sifang.
"Kedatangan kereta baru ini memang menjadi sesuatu yang telah kami usahakan agar time delivery sesuai rencana, tepat waktu, sehingga membantu pelayanan terhadap mobilisasi pengguna Commuter Line yang lebih optimal," ucap Joni, Jumat (31/1).
Joni berharap kedatangan KRL baru dari China ini dapat menjadi kabar baik bagi pengguna Commuter Line.
Dia menjelaskan bahwa sebelum dioperasikan, KRL yang baru tiba akan menjalani uji dinamis terlebih dahulu untuk memastikan semua sistemnya berfungsi dengan baik.
Selain itu, rangkaian KRL dari CRRC Qingdao Sifang ini juga harus melalui proses uji sertifikasi sebelum dapat melayani pengguna Commuter Line.
Pengujian tersebut akan dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (DJKA Kemenhub) sesuai dengan aturan yang berlaku, guna memastikan kondisi kereta telah memenuhi standar yang ditetapkan.
"Kedatangan kereta ini kami yakini akan sangat membantu KAI Commuter menjawab kebutuhan pengguna transportasi dan akan berdampak pada meningkatnya kapasitas angkut masyarakat,” ujar Joni.
Joni menyatakan bahwa kebutuhan akan KRL baru menjadi semakin mendesak, terutama mengingat terus meningkatnya volume penumpang.
"Ini dapat dilihat dari hari terakhir 2024 lalu saja, jumlah pengguna Commuter Line sudah mencapai 1.276.209, itu melampaui torehan 2023/2024 yang mencatat 985.136 pengguna," kata Joni.
Inilah yang mendorong pihaknya untuk terus bekerja keras agar proses kedatangan dan uji dinamis KRL baru dapat berjalan lancar tanpa hambatan.
Terlebih, Commuter Line selama ini telah menjadi sarana transportasi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat dari berbagai profesi di wilayah Jabodetabek.
"Bagi kami, memastikan pengguna Commuter Line bisa terlayani dengan baik, itu adalah prioritas,” tuturnya.
“Sebab, Commuter Line bukan hanya menjembatani mobilisasi warga, tetapi juga geliat ekonomi masyarakat. Apalagi, Commuter Line menjadi salah satu moda transportasi yang paling terjangkau oleh semua kalangan," lanjutnya.
Dia juga mengucapkan terima kasih kepada pengguna Commuter Line yang tetap setia memilih KRL sebagai transportasi perkotaan yang ramah lingkungan dan bebas dari kemacetan. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama