RADARTUBAN - Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) adalah salah satu jalur masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia tanpa tes, berdasarkan prestasi akademik siswa.
Jalur ini adalah kesempatan yang paling ditunggu-tunggu oleh siswa dari berbagai wilayah Indonesia yang telah memilih untuk melanjutkan pendidikannya di Perguruan Tinggi.
Namun, terdapat salah satu sekolah yang tampaknya lalai sehingga mengakibatkan masalah fatal pada siswanya.
Sebanyak 113 orang siswa di SMA Negeri 1 Mempawah Terancam tak bisa mengikuti SNBP 2025 dikarenakan kelalaian pihak sekolah dalam menginput data.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Barat, Rita Hastarita telah memberikan teguran tertulis kepada Kepala Sekolah dan Operator SMA Negeri 1 Mempawah pada Senin (3/2) lalu.
Proses pengisian data seharusnya dilakukan secara langsung oleh pihak Sekolah melalui portal resmi SNPMB.
Akan tetapi, hingga batas pengisian data, tepatnya 31 Januari lalu, operator Sekolah belum juga menyelesaikan proses input data tersebut yang mengakibatkan siswanya terancam tidak bisa mengikuti SNBP.
Sistem pengisian data SNBP terhubung secara langsung ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), dan ketika portal pengisian data sudah ditutup, maka kesempatan input data sudah tidak ada.
Rita memanggil Kepala Sekolah dan Operator SMA Negeri 1 Mempawah untuk dimintai klarifikasi sebagai bentuk tindak lanjut atas kejadian ini.
Mengingat waktu yang diberikan untuk input data siswa cukup panjang, yakni mulai 9 Januari hingga 31 Januari.
"Kami terus mengingatkan Sekolah-Sekolah, tapi ternyata masih ada yang lalai. Ini pelajaran berharga agar kejadian serupa tidak terulang," tuturnya. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni