Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Presiden Prabowo Tanggapi Kritik Jusuf Kalla tentang Subsidi Gas LPG 3 Kg

Ika Nur Jannah • Kamis, 6 Februari 2025 | 03:05 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat menerima Jusuf Kalla di Istana Negara
Presiden Prabowo Subianto saat menerima Jusuf Kalla di Istana Negara

RADARTUBAN - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK), memberikan masukan kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai polemik subsidi gas LPG 3 kg dalam pertemuan di Istana Kepresidenan, Jakarta pada Selasa (4/2).

JK menyoroti bahwa kebijakan subsidi ini belum mengalami perubahan signifikan sejak masa jabatannya sebagai Wakil Presiden, meskipun kondisi ekonomi, terutama kurs dolar, telah berubah drastis.

pertemuan tersebut menyampaikan bahwa JK menekankan pentingnya penataan distribusi gas LPG 3 kg agar harga dapat merata di seluruh lapisan masyarakat.

Menurut Bahlil, distribusi gas dimulai dari Pertamina ke agen dengan harga sekitar Rp12.000 hingga Rp13.000, kemudian dari agen ke pangkalan seharga Rp16.000 hingga Rp17.000.

Namun, harga dari pangkalan ke pengecer sering kali melonjak hingga di atas Rp20.000 bahkan mencapai Rp30.000123.

JK juga mencatat bahwa subsidi untuk gas LPG 3 kg tidak pernah dicabut sejak dia menjabat sebagai Wakil Presiden.

Dia mengingatkan bahwa saat itu kurs dolar berada di angka Rp8.000, sedangkan saat ini sudah mencapai Rp16.000.

Hal ini menunjukkan bahwa nilai subsidi yang sama selama dua dekade tidak lagi mencukupi kebutuhan masyarakat.

Menanggapi situasi tersebut, Presiden Prabowo menginstruksikan Bahlil untuk melakukan reformasi pada sistem subsidi agar lebih tepat sasaran dan mengatasi kelangkaan gas LPG 3 kg yang menyebabkan antrean panjang di masyarakat.

Prabowo ingin memastikan bahwa distribusi gas berjalan lancar dan masyarakat tidak kesulitan dalam mendapatkan kebutuhan ini.

Sebagai langkah awal, pemerintah berencana untuk menjadikan pengecer sebagai sub-pangkalan resmi agar harga dan distribusi gas LPG 3 kg dapat dikontrol dengan lebih baik.

Dengan cara ini, diharapkan subsidi yang besar—sekitar Rp87 triliun per tahun—dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan45.

Dengan adanya masukan dari JK dan instruksi dari Prabowo, diharapkan kebijakan subsidi gas LPG 3 kg dapat diperbaiki untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara lebih efektif dan efisien. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#gas lpg 3 kg #subsidi #ekonomi #Jusuf Kalla #presiden prabowo subianto #kebijakan