Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Sejumlah Tokoh NU di Kabinet Merah Putih, Prabowo Mengaku Sulit Menolak

Alifah Nurlias Tanti • Kamis, 6 Februari 2025 | 19:49 WIB
Prabowo saat menghadiri Hari Lahir ke-102 Nahdlatul Ulama di Istora Senayan, Jakarta.
Prabowo saat menghadiri Hari Lahir ke-102 Nahdlatul Ulama di Istora Senayan, Jakarta.

RADARTUBAN - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa saat ini terdapat banyak tokoh dari Nahdlatul Ulama (NU) yang menduduki posisi sebagai menteri dan wakil menteri dalam kabinet Merah Putih.

Salah satu contohnya adalah Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, yang menjabat sebagai Menteri Sosial.

Selain itu, kabinet ini juga diisi oleh Menteri Agama dan Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifatul Choiri Fauzi, serta Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Kepala Badan Pertanahan Nasional, Nusron Wahid.

Dalam penjelasannya, Prabowo menyatakan bahwa kehadiran tokoh-tokoh NU dalam kabinet Merah Putih sangat signifikan.

"Ya, di kabinet saya ini, banyak sekali pejabat dari NU. Ada Menteri Agama, Menteri Sosial, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Menteri Agraria/Kepala Badan Pertahanan Nasional. Banyak wakil menteri juga dari NU," jelas Prabowo saat menghadiri Hari Lahir ke-102 Nahdlatul Ulama di Istora Senayan, Jakarta, pada Rabu (5/2).

Prabowo menegaskan bahwa pemilihan para menteri tersebut bukan semata-mata karena latar belakang mereka sebagai anggota NU.

Dia menyampaikan bahwa para menteri tersebut adalah individu-individu yang luar biasa sehingga dirinya tidak bisa menolak ketika nama mereka diajukan untuk mengisi jabatan menteri.

"Mereka dipilih karena memang mereka hebat-hebat. Jadi, ketika diusulkan sosok berkualitas, tentu saya tidak bisa menolak," tuturnya.

Di kesempatan yang sama, Prabowo juga mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dukungan serta komitmen Nahdlatul Ulama terhadap pemerintah. Ia menekankan bahwa semua lapisan masyarakat memiliki kepentingan untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara yang maju.

"Negara yang berhasil adalah buah dari kerja keras dan ikhtiar. Kunci dari keberhasilan itu adalah persatuan, kesatuan, kerukunan, dan kerja sama," kata Prabowo.

Lebih lanjut, Prabowo menjelaskan peran penting Nahdlatul Ulama dan organisasi kemasyarakatan Islam lainnya dalam menjaga persatuan dan kerukunan antar umat beragama. 

Dia menyebutkan bahwa NU, Muhammadiyah, dan Persatuan Islam (PERSIS) merupakan organisasi yang mewakili kelompok mayoritas, tetapi tetap menjunjung nilai-nilai moderasi, saling menghormati, dan melindungi semua umat lainnya.

"Nahdlatul Ulama berperan penting dengan mewakili kelompok mayoritas agama, seraya tetap menghormati dan melindungi semua umat lainnya," pungkas Prabowo. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#nasaruddin umar #Pengurus Besar Nahdlatul Ulama #Arifatul Choiri Fauzi #tokoh nu #nusron wahid #gus ipul