RADARTUBAN - Goa Safawardi yang terletak di Pamijahan, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, akhir-akhir ini menarik perhatian banyak orang. Rumor beredar bahwa goa ini konon merupakan jalan pintas menuju Mekah, Arab Saudi.
Goa ini telah menjadi tempat ziarah yang ramai dikunjungi masyarakat, karena dianggap sebagai tempat petilasan atau lokasi bertapa salah satu murid Syekh Abdul Qodir Djaelani, yang diakui sebagai wali Allah.
Narasi mengenai Goa Safawardi sebagai jalur spiritual menuju Mekkah mulai viral, setelah dibagikan oleh akun @ragam* di platform X. Dalam unggahan tersebut, ditampilkan video yang menunjukkan banyak peziarah yang datang ke goa ini.
“Ribuan peziarah berkumpul di Goa Safawardi, Pamijahan, Tasikmalaya, yang belakangan viral di media sosial,” tulis akun tersebut.
“Goa ini dipercaya sebagai jalur spiritual yang konon dapat menembus hingga ke Mekkah,” lanjutnya.
Lalu, benarkah ada lorong di Goa Safawardi yang dapat mengantarkan seseorang ke Mekkah? Dalam perspektif sejarah, Goa Safawardi atau yang dikenal juga sebagai Goa Pemijahan adalah tempat berkumpulnya para wali di Tasikmalaya.
Hal ini disampaikan oleh Kasepuhan Pemijahan, Kiai Endang Adjidin, yang menjelaskan bahwa goa ini dulunya menjadi pusat penyebaran Islam di Tasikmalaya oleh murid Syekh Abdul Qadir Al Djaelani, yaitu Syekh Abdul Muhyi.
"Syekh Abdul Muhyi ditugaskan untuk berkhalwat ke goa di wilayah Jawa Barat. Dikisahkan bahwa Syekh Abdul Qadir Al Djaelani juga pernah melakukan khalwat di Goa Safawardi," ujarnya. Keberadaan goa ini terletak dekat kompleks pemakaman Syekh Abdul Muhyi dan para sahabatnya, yang menjadi bagian dari kawasan wisata religi Pamijahan.
Di sepanjang lorong goa, terlihat stalaktit dan stalagmit berwarna kuning keemasan, menambah keindahan dan keunikan tempat ini.
Secara akal sehat, goa ini tidak mungkin bisa tembus hingga luar negeri. Meski demikian, masih banyak masyarakat yang percaya bahwa goa itu tembus tanah suci. Dibuktikan dengan banyaknya kunjungan dan narasi yang viral di media sosial.
Padahal, goa yang terletak di Desa Pamijahan, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, hanya memiliki panjang sekitar 284 meter.
Goa ini ditemukan oleh Syekh Abdul Muhyi pada tahun 1690 Masehi, setelah beliau melakukan pencarian selama sekitar 12 tahun.
Penemuan goa ini berkaitan dengan perintah dari gurunya, Syekh Abdul Ra'uf bin Ali Al-Fansuri, untuk mencari goa di wilayah Jawa bagian barat. Setelah penemuan tersebut, Goa Safarwadi menjadi tempat penting dalam penyebaran agama Islam di daerah tersebut. Goa ini juga dikenal dengan berbagai keistimewaan, seperti adanya sumber mata air yang disebut "air zam-zam Pamijaha. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama