Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Tangan Pemancing NTT Dimakan Buaya, Sedangkan Pemancing di Bangkalan Diterkam Buaya, Warga yang Tahu Malah Menonton dan Merekam

Bihan Mokodompit • Kamis, 13 Februari 2025 | 16:05 WIB
Ilustrasi buaya.
Ilustrasi buaya.

RADARTUBAN - Jiki Orlando Benu, 27, warga Dusun 3 Tuadale, Desa Lifuleo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami kejadian tragis saat memancing di Danau Tuadale. Dia hampir kehilangan nyawa akibat serangan buaya.

Meskipun berhasil meloloskan diri dari terkaman predator tersebut, tangan kanannya putus akibat gigitan reptil ganas itu.

Kapolsek Kupang Barat, Iptu Syamsudin Noor, menjelaskan bahwa insiden ini terjadi ketika Jiki sedang memancing sendirian di danau yang memang dikenal sebagai habitat buaya.

Saat hendak melempar umpan, tiba-tiba seekor buaya sepanjang sekitar empat meter muncul dan langsung menyerangnya.

“Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke RSUD Prof. Dr. WZ Johanes Kupang untuk mendapatkan perawatan medis,” ungkapnya.

Menurut warga setempat, danau tersebut memang menjadi tempat tinggal bagi banyak buaya. Meski sudah mengetahui bahaya yang mengintai, penduduk sekitar tetap beraktivitas di sana demi mencari nafkah.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika berada di area yang dikenal sebagai habitat buaya guna menghindari kejadian serupa.

 

 

Di tempat lain, penampakan seekor buaya di Sungai Tangkel, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, menghebohkan warga setelah videonya viral di media sosial.

Seorang pemancing yang melihat reptil tersebut segera merekam dan membagikan videonya, memicu perdebatan di kolom komentar.

Banyak yang mempertanyakan bagaimana buaya bisa muncul di sungai kecil itu, sementara beberapa lainnya meragukan keaslian video tersebut karena buaya tersebut sekilas mirip biawak.

Sungai Tangkel berada di Desa Burneh, Kecamatan Burneh, yang terkenal sebagai jalur utama menuju kawasan Suramadu. Lokasi terakhir buaya itu terlihat berada di bagan sungai, tepat di belakang Pos Lantas PJR Polda Jatim, sekitar 300 meter dari lampu merah Tangkel.

Menanggapi viralnya video tersebut, Kapolsek Burneh, Iptu Sugeng Harian, bersama dua anggotanya, langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan. Namun, setelah pencarian, buaya tersebut tidak ditemukan. Polisi juga mengumpulkan informasi dari warga sekitar.

“Dari hasil wawancara dengan warga, diketahui bahwa kemunculan buaya di sungai tersebut bukanlah hal baru,” kata Kepala Seksi Humas Polres Bangkalan, Inspektur Satu Risna Wijayati.

“Warga sekitar membenarkan bahwa sejak lama sudah ada buaya yang kerap terlihat di perairan tersebut. Namun, hingga kini, keberadaan buaya itu tidak pernah mengganggu aktivitas masyarakat sekitar,” tambahnya.

Meskipun belum dapat dipastikan jenisnya, ciri-ciri buaya tersebut yang memiliki moncong panjang mengarah pada kemungkinan bahwa itu adalah buaya air tawar Gharial (Gavialis gangeticus). Menurut beberapa jurnal ilmiah, dari 28 spesies buaya yang ada, Gharial termasuk dalam kategori terancam punah.

Reptil ini cenderung hidup di perairan tawar yang jernih dan sering ditemukan di tikungan sungai yang dalam. Mereka biasanya berburu ikan, katak, dan serangga sungai lainnya.

Fenomena langka ini menarik perhatian masyarakat, yang kemudian berbondong-bondong mendatangi Sungai Tangkel untuk melihat buaya tersebut secara langsung.

Rahem, seorang warga Burneh, berharap pemerintah daerah segera memasang papan peringatan bahaya di sekitar sungai.

“Meski selama ini disebut tidak mengganggu aktivitas warga, tapi sebaiknya ada antisipasi,” ujarnya.

Keberadaan buaya di kawasan permukiman ini menjadi perhatian, baik dari segi keamanan maupun konservasi, mengingat habitat alami satwa liar semakin menyempit akibat perkembangan wilayah. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#pemancing #buaya #nusa tenggara timur #kupang #Jawa Timur #bangkalan