Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Keberatan Divonis 6,5 Tahun, Harvey Moeis Ajukan Banding Tapi Malah Divonis 20 Tahun Penjara

Nadia Nafifin • Kamis, 13 Februari 2025 | 17:53 WIB
Harvey Moeis dijatuhi hukuman 20 tahun penjara
Harvey Moeis dijatuhi hukuman 20 tahun penjara

RADARTUBAN - Pengusaha Harvey Moeis dijatuhi hukuman 20 tahun penjara. Majelis hakim Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta menetapkan bahwa Harvey terbukti bersalah dalam kasus korupsi terkait timah yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 300 triliun.

Putusan banding tersebut diumumkan oleh ketua majelis hakim, Teguh Harianto, di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Kamis (13/2).

“Menjatuhkan terhadap Terdakwa Harvey Moeis dengan pidana penjara selama 20 tahun,” ujar Teguh.

Harvey juga dijatuhi hukuman denda sebesar Rp 1 miliar. Jika tidak dibayarkan, hukuman tersebut akan digantikan dengan pidana penjara selama 8 bulan.

“Denda sejumlah Rp 1 miliar dengan ketentuan, apabila denda tersebut tidak dibayar, diganti dengan kurungan 8 bulan,” kata Teguh.

Sebelumnya, Harvey Moeis dijatuhi hukuman 6,5 tahun penjara dalam kasus korupsi tata niaga komoditas timah yang dilakukan secara bersama-sama. Putusan tersebut lebih ringan dibanding tuntutan jaksa.

Selain itu, ia dikenai denda sebesar Rp 1 miliar, yang jika tidak dibayarkan akan diganti dengan hukuman kurungan selama 6 bulan.

Harvey juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 210 miliar. Jika tidak dibayar, harta bendanya akan disita dan dilelang untuk menutupi kerugian negara. Jika jumlahnya masih kurang, maka ia akan menjalani hukuman penjara sebagai gantinya.

Atas putusan tersebut, jaksa mengajukan banding, mengingat sebelumnya mereka menuntut Harvey dengan hukuman 12 tahun penjara. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#denda Rp 1 Miliar #Korupsi timah #20 tahun penjara #harvey moeis #DKI Jakarta