RADARTUBAN - Bali kini menjadi pusat perhatian dunia dengan kedatangan puluhan kapal perang asing menjelang Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2025.
Latihan maritim internasional ini berlangsung pada 15-22 Februari 2025, melibatkan 39 negara dengan total 38 kapal perang, termasuk dari TNI Angkatan Laut.
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengungkapkan, latihan ini memiliki sejumlah tujuan, termasuk keamanan maritim.
"Ini untuk memperkuat kerja sama militer, meningkatkan stabilitas keamanan maritim, serta memberikan manfaat bagi perekonomian dan pariwisata daerah," jelasnya.
Upacara pembukaan MNEK 2025 digelar di Pelabuhan Benoa, Denpasar. Sementara sesi latihan laut berlangsung di Selat Badung dan perairan utara Bali.
Latihan ini berfokus pada bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana alam, sebagai bagian dari diplomasi militer Indonesia di tingkat global.
Sebanyak 21 kapal perang dari negara asing dan 17 kapal perang dari TNI AL akan berpartisipasi dalam latihan tersebut.
Negara-negara peserta di antaranya Amerika Serikat, Inggris, Rusia, China, Jepang, Korea Selatan, Australia, Prancis, India, Iran, Malaysia, Singapura, Filipina, dan beberapa negara lain yang turut serta memperkuat kerja sama maritim.
Menurut Laksamana Ali, MNEK sebelumnya telah sukses diselenggarakan di beberapa wilayah Indonesia, seperti Batam, Padang, Lombok, dan Makassar.
Kali ini, Bali dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena banyak negara peserta menginginkan ajang ini digelar di Pulau Dewata, yang dikenal sebagai destinasi wisata kelas dunia.
Selain latihan tempur di laut, MNEK 2025 juga akan menghadirkan berbagai kegiatan sosial bagi masyarakat Bali.
Pejabat (Pj) Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya menegaskan bahwa pemerintah daerah siap mendukung penuh penyelenggaraan MNEK 2025.
"Saya berharap kehadiran delegasi militer dari berbagai negara ini dapat berdampak positif bagi ekonomi dan pariwisata Bali," ujarnya.
Salah satu kapal perang Indonesia yang ikut serta dalam latihan ini adalah KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat (992), kapal Bantu Rumah Sakit kelas Sudirohusodo.
Kapal ini memiliki peran strategis dalam misi kemanusiaan dan akan digunakan untuk simulasi penanggulangan bencana selama MNEK berlangsung.
Dengan skala internasional dan melibatkan kekuatan militer dari berbagai negara, MNEK 2025 menjadi bukti bahwa Indonesia semakin diperhitungkan dalam diplomasi pertahanan dunia.
Selain memperkuat sinergi antarnegara, latihan ini juga menunjukkan komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas keamanan maritim di kawasan Indo-Pasifik. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama