Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Jejak Majapahit dalam Indonesia Modern : Mulai Dari Bhinneka Tunggal Ika Hingga Warna Bendera

Amaliya Syafithri • Minggu, 16 Februari 2025 | 17:05 WIB
Salah satu candi peninggalan Kerajaan Majapahit.
Salah satu candi peninggalan Kerajaan Majapahit.

RADARTUBAN - Majapahit, Kerajaan besar Nusantara pada masanya, ternyata masih meninggalkan jejak yang kuat dalam kehidupan bangsa Indonesia di era modern.

Jejak tersebut ada sebagai bentuk warisan atau peninggalan yang patut dikenang dan dilestarikan. Lalu, apa sajakah warisan-warisan tersebut?

Menurut buku berjudul Pesona dan Sisi Kelam Majapahit : Sejarah Panjang Kerajaan Terbesar di Nusantara Sejak Mula Berdiri, Kejayaan Hingga Keruntuhannya karya Sri Wintala Achmad, terdapat 5 warisan Majapahit yang masih ada hingga saat ini.

 

1. Candi

Setiap Kerajaan di zaman dulu pasti memiliki peninggalan berupa candi, begitupun Majapahit. Tidak hanya satu, tetapi Majapahit mewariskan banyak candi, di antaranya yaitu Candi Sukuh dan Candi Cetha di Jawa Tengah, Candi Jabung, Candi Surawana, dan Candi Wringin Branjang yang ada di Jawa Timur.

 

2. Prasasti

Di era Kerajaan Majapahit, prasasti memiliki fungsi sebagai catatan kebijakan raja atau peristiwa tertentu yang dianggap penting. Majapahit memiliki banyak prasasti, yaitu Prasasti Kudadu (1294 M), Prasasti Sukamerta (1296 M), dan Prasasti Balawi (1305 M).

Selanjutnya, Prasasti Waringin Pitu (1447 M), Prasasti Canggu (1358 M), Prasasti Biluluk I (1366 M), Prasasti Biluluk II (1393 M), Prasasti Biluluk III (1395 M), Prasasti Karang Bogem (1387 M), Prasasti Katiden I (1392 M), Prasasti Alasantan (939 M), Prasasti Kamban (941 M), Prasasti Hara-hara (966 M), Prasaan Wurare (1289 M), Prasasti Maribong (1264 M), dan Prasasti Gajah Mada (1351 M).

 

3. Kakawin

Kakawin adalah karya sastra berupa puisi atau syair yang menggunakan bahasa Jawa Kuna. Beberapa kakawin yang menjadi warisan dari Majapahit adalah Kakawin Nagara Kretagama dan Kakawin Niratha Prakretha karya Mpu Prapanca, Kakawin Arjuna Wijaya dan Kakawin Sutasoma karya Mpu Tantular, Kakawin Lubdaka karya Mpu Tanakung, dan Kakawin Kunjarakarna Dharmakathana karya Mpu Dusun.

4. Bhinneka Tunggal Ika

Sesuatu yang tak disangka-sangka. Ternyata Bhinneka Tunggal Ika adalah salah satu warisan dari Majapahit.

Mengacu pada Kakawin Sutasoma, semboyan Bhinneka Tunggal Ika diambil dari pupuh 139:5 yang pada saat itu digunakan untuk menyatukan umat beragama Buddha dan Hindu Siwa.

 

5. Warna Bendera

Warna Bendera merah putih saat ini ternyata diadaptasi dari zaman Majapahit. Menurut Kakawin Negarakertagama karangan Mpu Prapanca, dulunya warna merah dan putih pernah digunakan sebagai bendera yang dikibarkan dalam upacara di hari kebesaran Raja Hayam Wuruk.

Sedangkan bendera Indonesia saat ini memiliki makna lain, berbeda dari makna maupun maksud pada zaman Majapahit. Saat ini warna merah berarti berani, dan putih berarti suci. Sang Bendera Pusaka Merah Putih melambangkan semangat perjuangan dan kesucian hati bangsa Indonesia.

Sebetulnya, warisan dari Majapahit ini bukan hanya tentang sejarah, melainkan sebagai identitas bangsa. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika dan warna bendera merah putih dapat menjadi bukti bahwa nilai-nilai pada masa itu masih relevan hingga saat ini.

Oleh karena itu, sebagai bagian dari bangsa ini, hendaknya kita senantiasa menjaga dan melestarikan warisan-warisan tersebut. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#majapahit #nusantara #bhineka tunggal ika #warna bendera #candi #prasasti #kakawin