Mahasiswa Kepung DPRD Malang dalam Aksi Indonesia Gelap, Ini Imbauan Kapolres Saat Ikut Hujan-Hujanan
Yudha Satria Aditama• Rabu, 19 Februari 2025 | 00:43 WIB
Kapolresta Malang Kota Kombespol Nanang Haryono saat ikut di tengah mahasiswa yang menggelar aksi Indonesia Gelap.
RADARTUBAN- Ribuan mahasiswa dan masyarakat di Malang, Jawa Timur, menggelar aksi protes bertajuk Indonesia Gelap pada Selasa (18/2). Mereka mengepung Gedung DPRD Kota Malang, menyuarakan kekecewaan terhadap kebijakan pemerintah.
Massa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Malang Raya dan Aliansi Masyarakat Sipil Malang Raya mayoritas mengenakan pakaian hitam. Mereka bergerak dari Stadion Gajayana menuju Alun-Alun Tugu Malang sebelum akhirnya berkumpul di depan DPRD Kota Malang.
Dalam aksi ini, peserta membawa berbagai poster bergambar Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta spanduk bertuliskan Reformasi Dikorupsi, Indonesia Gelap, dan Dikasih Makan Siang, Tapi Dilarang Merasakan Kesejahteraan.
Sebagai simbol rendahnya harapan terhadap kesejahteraan rakyat, ribuan demonstran melakukan aksi tengkurap di depan gedung DPRD. Mereka juga menyanyikan lagu Tanah Airku.
"Ayo, kawan-kawan! Kita rapatkan barisan, kita blokade akses jalan ini," seru salah satu orator dari atas mobil komando.
Massa menyampaikan sejumlah tuntutan, termasuk menolak kebijakan Presiden Prabowo terkait efisiensi anggaran pendidikan dan kesehatan. Mereka juga mendesak agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) dikaji ulang.
Aksi ini menyebabkan lalu lintas di sekitar Alun-Alun Tugu, Balai Kota, hingga DPRD Kota Malang lumpuh total. Kendaraan masyarakat terpaksa dialihkan ke jalur lain. Sementara itu, ratusan aparat kepolisian dikerahkan untuk mengamankan jalannya demonstrasi.
Para demonstran menyampaikan tuntutan kepada pemerintahan Prabowo-Gibran terkait berbagai kebijakan yang dinilai merugikan rakyat. Mereka mendesak:
Pencabutan Inpres No. 1/2025 yang memangkas anggaran tanpa berpihak pada rakyat.
Penghapusan pasal dalam RUU Minerba yang membolehkan kampus mengelola tambang demi menjaga independensi akademik.
Pencairan penuh tunjangan kinerja dosen dan tenaga kependidikan tanpa hambatan birokrasi.
Evaluasi total anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pemisahannya dari anggaran pendidikan.
Pembuatan kebijakan berbasis riset ilmiah yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat.
Meskipun hujan deras mengguyur, para demonstran tetap menyuarakan suaranya dengan lantang. Mereka tak henti-hentinya meminta pemerintahan mengevaluasi kebijakan yang tidak beres.
Sementara itu, Kapolresta Malang Kota Kombespol Nanang Haryono didampingi Kasatreskrim Polresta Malang Kompol M. Sholeh ikut turun di tengah aksi untuk mengamankan para demonstran yang didominasi mahasiswa tersebut.
Keduanya ikut berbaur di tengah para demonstran agar aksi berjalan kondusif dan lancar. Kombespol Nanang menegaskan bahwa penyampaian aspirasi harus dilakukan dengan tertib. Dia juga meminta seluruh mahasiswa untuk menyampaikan tuntutannya dengan bahasa dan cara yang baik.
Sehingga tujuan penyampaian aspirasi itu dapat diterima dengan baik pula. ''Terima kasih telah menyampaikan aspirasi dengan cara yang baik, dan saya imbau agar tetap tertib hingga pulang ke rumah,'' ungkap mantan Kapolres Tuban itu. (*)