RADARTUBAN- Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi unjuk rasa bertajuk "Indonesia Gelap" di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (20/2).
Aksi dimulai pukul 14.00 WIB setelah massa berkumpul di IRTI Monas pada pukul 13.00 WIB. Koordinator Pusat BEM SI, Herianto, menyampaikan sembilan tuntutan dalam aksi ini, yang menjadi fokus utama gerakan.
Berikut sembilan tuntutan tersebut:
1. Mengkaji ulang Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 terkait efisiensi belanja APBN dan APBD untuk Tahun Anggaran 2025.
2. Transparansi dalam pembangunan nasional dan penggunaan pajak rakyat.
3. Evaluasi program makan bergizi gratis yang digagas pemerintah.
4. Menolak revisi Undang-Undang Nomor
Tahun 2020 tentang Minerba yang dinilai bermasalah.
5. Menolak dwifungsi TNI dalam pemerintahan.
6. Mengesahkan Undang-Undang Perampasan Aset.
7. Meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan nasional.
8. Menuntaskan kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat serta menolak impunitas.
9. Menolak campur tangan Presiden Joko Widodo dalam pemerintahan saat ini.
Herianto menegaskan, meski pihak kepolisian meminta agar aksi tidak dilakukan di area Istana Negara, BEM SI tetap akan menggelar demonstrasi di lokasi tersebut. Menurutnya, pelantikan kepala daerah yang bertepatan dengan hari ini menjadi momentum penting untuk menyampaikan aspirasi.
“Kami akan tetap demo, karena ini momentum pelantikan kepala daerah,” ujar Herianto. Rencana aksi meliputi dua titik, yakni Patung Kuda dan depan Istana Negara.
Sementara itu, Polda Metro Jaya telah menghimbau masyarakat untuk tidak menggelar aksi di sekitar Istana Negara demi menjaga ketertiban selama pelantikan kepala daerah.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengajak masyarakat menghormati agenda kenegaraan tersebut.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghormati jalannya acara kenegaraan dengan menjaga ketertiban dan keamanan bersama demi terciptanya suasana yang damai dan kondusif," kata Kombes Ade Ary dalam keterangan persnya pada Rabu (19/2).
Ia menegaskan bahwa area sekitar Istana Negara telah dinyatakan steril untuk menjaga kelancaran acara dan ketertiban umum.
Meski demikian, BEM SI tetap melanjutkan aksinya, menekankan bahwa sembilan tuntutan mereka adalah isu penting yang harus mendapat perhatian dari pemerintah. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni