RADARTUBAN - Baru-baru ini, laga panas antara Persela dan Persijap di Stadion Tuban Sport Center (TSC) berakhir ricuh pada Selasa (18/2).
Kekalahan tipis 0-1 yang menutup peluang Persela menuju Liga 1 memicu amarah suporter, hingga berujung perusakan fasilitas stadion.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, langsung merespons insiden tersebut dengan menyampaikan permintaan maaf kepada Pemkab Tuban.
Dia menegaskan bahwa pihaknya akan bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi di stadion milik Kabupaten Tuban tersebut.
“Saya mewakili Pemkab Lamongan dan secara pribadi sudah meminta maaf langsung kepada Bupati Tuban. Kami siap bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan,” ujar orang nomor satu di Lamongan yang akrab dipanggil Bupati Yes.
Selain itu, Manajer Persela Fariz Julinar Maurisal, mengakui aksi anarkis suporter merupakan bentuk kekecewaan mendalam atas kegagalan tim kesayangan mereka.
Namun, dirinya mengimbau agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
“Saya memahami kekecewaan yang dirasakan suporter, tapi tindakan merusak fasilitas stadion justru merugikan tim sendiri. Kami harus belajar dari ini,” tutur Fariz, seperti yang dikutip dari Radar Lamongan pada Jumat (21/2).
Akibat insiden tersebut, pertandingan sempat terhenti dan harus dilanjutkan di Gelora Delta Sidoarjo pada Rabu (19/2).
Lanjutan laga selama 11 menit tetap berakhir dengan kemenangan 1-0 untuk Persijap, memastikan mereka lolos ke fase berikutnya bersama Bhayangkara FC.
Sementara itu, Persela dan PSKC Cimahi harus menerima kenyataan tetap bertahan di Liga 2 musim depan.
Pelatih Persela, Zulkifli Syukur, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya atas hasil yang diraih timnya.
“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tetapi hasilnya belum sesuai harapan. Selamat untuk Persijap,” ujarnya.
Pemain senior Persela, Samsul Arif Munif, turut menyampaikan permintaan maaf kepada para pendukung tim.
Dia menegaskan bahwa seluruh pemain sudah berjuang keras hingga babak delapan besar, meski akhirnya gagal melangkah lebih jauh.
“Kami berusaha memberikan yang terbaik, tetapi belum bisa memenuhi harapan suporter. Mohon maaf atas hasil ini,” ungkapnya.
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni