RADARTUBAN - Baru-baru ini, seorang remaja berinisial AAP, 16, menjadi viral di media sosial setelah terlibat dalam kasus pencurian pisang dan diarak oleh warga.
AAP, yang merupakan yatim piatu, tinggal bersama adik dan neneknya.
Dia terpaksa mencuri pisang untuk memenuhi kebutuhan keluarganya setelah ayahnya menikah lagi dan tidak lagi mengurusnya.
Dilansir dari akun Instagram @pembasmi.kehaluan.reall, Kapolresta Pati, Kombes Pol Andhika Bayu Adhittama, menginstruksikan Polsek Tlogowungu untuk tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga mengambil langkah lebih jauh.
Polsek Tlogowungu resmi mengangkat adik AAP sebagai anak asuh dan memberikan bantuan biaya pendidikan.
Selain itu, Polsek Tlogowungu memberikan kesempatan kerja kepada AAP untuk membantu kebersihan di kantor polisi saat waktu luang.
Sehingga dia memiliki penghasilan. Langkah ini bertujuan memberikan bimbingan dan harapan masa depan yang lebih baik bagi AAP dan keluarganya, serta menunjukkan kepedulian terhadap sesama.
Kronologi seorang remaja yatim piatu berinisial AAP itu bermula saat dia yang kelaparan.
Videonya viral di media sosial setelah tertangkap mencuri pisang dan diarak oleh warga. AAP tinggal bersama adiknya dan neneknya di Kabupaten Pati setelah kehilangan ibunya sejak kecil.
Sementara itu, ayahnya menikah lagi dan tidak lagi mengurusnya, membuat AAP harus berjuang sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.
Dalam kondisi terdesak, dia mencuri pisang dari kebun milik warga, tetapi aksinya ketahuan hingga mengundang reaksi warga sekitar. Sebagai bentuk hukuman sosial.
Dia kemudian diarak sebelum akhirnya kasus ini viral di media sosial, memicu perdebatan dan simpati dari masyarakat.
Peristiwa ini menarik perhatian Kapolresta Pati, Kombes Pol Andhika Bayu Adhittama, yang kemudian menginstruksikan Polsek Tlogowungu untuk tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga mencari solusi jangka panjang bagi AAP dan keluarganya.
Dalam upaya membantu, Polsek Tlogowungu resmi mengangkat adik AAP sebagai anak asuh dan memberikan bantuan biaya agar ia tetap bisa melanjutkan pendidikan.
Selain itu, AAP juga diberi kesempatan bekerja membantu kebersihan di Polsek Tlogowungu saat waktu luang agar memiliki penghasilan sendiri.
Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian dan pendampingan agar AAP memiliki masa depan yang lebih baik dan tidak kembali melakukan tindakan serupa.
Kisah AAP yang mencuri karena keterbatasan ekonomi ini pun semakin mendapat perhatian publik, mendorong diskusi tentang nasib anak-anak yatim piatu dan pentingnya kepedulian sosial terhadap mereka. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama