Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Dedi Mulyadi Ubah Mobil Dinas Mercy Jadi Rumah Sakit Berjalan, Lelang Camry untuk Efisiensi Anggaran

Nadia Nafifin • Senin, 24 Februari 2025 | 01:04 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

RADARTUBAN - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali mencuri perhatian dengan langkah efisiensi anggaran.

Kali ini, dia memerintahkan agar mobil dinasnya, Mercedes Benz Sprinter, dialihfungsikan menjadi rumah sakit berjalan.

Keputusan ini disampaikan Dedi saat meninjau kendaraan dinas di Gedung Pakuan, Kota Bandung, dan dibagikan melalui akun TikTok resminya pada Sabtu (22/2).

Saat meninjau deretan kendaraan dinas yang terparkir, Dedi mempertanyakan usia serta pemanfaatan kendaraan tersebut.

Ketika tiba di Mercedes Benz V-Class, ia segera menginstruksikan Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman, untuk mengalihfungsikan kendaraan itu menjadi rumah sakit berjalan.

"Pak Sekda, oleh bapak ini dialokasikan ini ubah jadi mobil rumah sakit," kata Dedi dalam video yang viral di media sosial.

Dedi menegaskan bahwa rumah sakit berjalan ini harus dilengkapi dengan fasilitas lengkap, termasuk pemeriksaan jantung, layanan kesehatan bagi ibu hamil, serta deteksi kanker.

"Yang ada pemeriksaan jantung, pemeriksaan ibu hamil, kalau perlu bisa mendeteksi kanker di sini, pemeriksaan darah," lanjutnya.

Selain mengalihfungsikan mobil dinas menjadi fasilitas kesehatan, Dedi juga menekankan efisiensi anggaran dengan mengurangi jumlah kendaraan dinas yang dinilai membebani keuangan daerah.

Ia pun menginstruksikan agar mobil Toyota Camry keluaran 2007 segera dilelang karena biaya perawatannya yang terlalu tinggi.

"Jadi gubernur itu punya mobil rumah sakit, tapi bukan buat saya," ujar mantan Bupati Purwakarta ini. "Ini mah pasti jarang dipakai, beurat (berat)," tambahnya

Sebagai gantinya, Dedi memilih menggunakan Toyota Innova Zenix yang sebelumnya dipakai oleh gubernur sebelumnya. Sementara itu, Toyota Alphard miliknya diserahkan kepada Sekda Herman untuk dijadikan kendaraan dinas resmi.

Dedi juga merombak penggunaan kendaraan dinas agar lebih bermanfaat bagi masyarakat. Beberapa sepeda motor dinas dialihkan untuk mendukung operasional Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Sepeda motor Honda CBR kini digunakan oleh Dinas Perhubungan, sementara Royal Enfield dan BMW diserahkan kepada Satpol PP serta pimpinan kantor gubernur.

Kebijakan ini selaras dengan visi Dedi Mulyadi dalam mengelola keuangan daerah secara efisien dan memastikan aset pemerintah dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kepentingan masyarakat.

Dengan langkah ini, kendaraan dinas tidak lagi sekadar simbol birokrasi, tetapi benar-benar berperan dalam meningkatkan pelayanan publik.

Gebrakan Dedi dalam efisiensi anggaran mendapat beragam respons dari masyarakat. Banyak yang mengapresiasi pendekatan pragmatisnya dalam mengelola aset daerah, sementara yang lain menantikan realisasi rumah sakit berjalan yang ia usulkan.

Sebelumnya, Dedi mencopot Siti Faizah dari jabatannya sebagai Kepala Sekolah SMA Negeri 6 Kota Depok karena melanggar aturan terkait pelaksanaan study tour ke luar Provinsi Jawa Barat.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Wahyu Mijaya, menyatakan bahwa pihaknya telah menunjuk Pelaksana Harian (Plh) Kepala Sekolah SMAN 6 Depok untuk menjalankan tugas sementara hingga ada pengangkatan kepala sekolah yang baru. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Gedung Pakuan #Dedi Mulyadi #tiktok #bandung #efisiensi #gubernur jawa barat