Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Alasan ASDP Tiadakan Tarif Eksekutif di Pelabuhan Merak Mulai H-5 Lebaran 2025

Nadia Nafifin • Senin, 24 Februari 2025 | 02:05 WIB
Salah satu kapal PT ASDP Indonesia Ferry.
Salah satu kapal PT ASDP Indonesia Ferry.

RADARTUBAN - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengumumkan bahwa tarif tiket eksekutif di Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak akan ditiadakan mulai H-5 Lebaran 2025.

Keputusan ini diambil berdasarkan kesepakatan antara ASDP dan Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) dengan tujuan menyamakan tarif dengan dermaga reguler.

Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, menyatakan bahwa kebijakan ini diberlakukan untuk mencegah penumpukan kendaraan dan penumpang di dermaga eksekutif selama arus mudik Lebaran.

“Kami menyepakati bersama bahwa mulai H-5 Lebaran tidak ada lagi tiket eksekutif atau reguler, semuanya akan diberlakukan sebagai tiket reguler,” ujar Heru, Sabtu (22/2).

Sebagai bentuk kompensasi, ASDP menjamin bahwa masyarakat yang telah membeli tiket eksekutif akan mendapatkan pengembalian dana atau refund. Tarif tiket pun akan disesuaikan dengan harga tiket reguler.

“Bagi yang sudah membeli tiket eksekutif, nanti akan kami berlakukan refund. Seluruh masyarakat yang telah membeli tiket eksekutif akan disesuaikan tarifnya,” kata Heru.

Dari tujuh dermaga yang ada di Pelabuhan Merak, salah satunya adalah dermaga eksekutif yang selama ini menjadi pilihan utama para pemudik. Tingginya minat masyarakat terhadap dermaga tersebut sering kali menyebabkan kepadatan kendaraan saat musim mudik Lebaran.

 

Dalam upaya meningkatkan layanan, ASDP terus mengembangkan digitalisasi di lebih dari 40 pelabuhan yang dikelolanya di seluruh Indonesia.

Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin, mengungkapkan bahwa sistem pemesanan tiket online Ferizy, yang dapat diakses melalui aplikasi maupun website, telah diberlakukan sejak Mei 2020 di rute utama seperti Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk.

“Dengan reservasi tiket secara online, calon penumpang semakin dimudahkan dalam merencanakan perjalanan tanpa perlu antre di pelabuhan. Pemesanan bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja melalui Website Ferizy, Aplikasi Ferizy, serta mitra resmi ASDP,” jelas Shelvy.

Dengan sistem ini, penumpang hanya dapat memasuki pelabuhan sesuai jadwal keberangkatan yang telah dipilih.

Selain itu, proses naik kapal akan menerapkan mekanisme first in, first out (FIFO) setelah melakukan check-in, sehingga arus kendaraan dan penumpang dapat lebih tertata dan efisien.

 

Menjelang arus mudik Lebaran 2025, ASDP telah menyiapkan berbagai strategi guna mengantisipasi lonjakan penumpang dan kendaraan.

Salah satu langkah utama adalah meniadakan penjualan tiket di pelabuhan, sehingga masyarakat diimbau untuk membeli tiket ferry sejak jauh hari.

Tiket perjalanan mudik sudah tersedia mulai H-60 sebelum keberangkatan.

Untuk mengatasi peningkatan volume kendaraan, ASDP telah memperluas kapasitas parkir di beberapa pelabuhan utama serta menyiapkan pelabuhan pendukung.

Di Pelabuhan Merak, sebanyak 67 kapal siap beroperasi dengan kapasitas harian mencapai 25.067 kendaraan. Sementara itu, Pelabuhan Ciwandan dan Bojonegara (BBJ) akan difungsikan sebagai alternatif, menyediakan tambahan kapasitas hingga 6.760 unit kendaraan per hari.

Selain itu, buffer zone di Indah Kiat juga telah disiapkan untuk membantu mengurai kepadatan lalu lintas menuju pelabuhan.

Selain itu, ASDP juga memperluas opsi pembayaran tiket Ferizy untuk memudahkan transaksi bagi pengguna jasa. Kini, tiket dapat dibeli melalui berbagai metode, termasuk transfer bank, virtual account, serta dompet digital seperti LinkAja, ShopeePay, Blu BCA Digital, OVO, Dana, dan aplikasi Livin’ Sukha. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#pt asdp #pelabuhan merak #Tarif tiket #lebaran