RADARTUBAN – Baru dua bulan sejak akhir 2024 lalu, kini harga emas sudah naik Rp 183 ribu per gramnya. Dari semula Rp 1.567.000 per gram menjadi Rp 1.750.000. Kenaikan harga secara signifikan ini sekaligus menjadi momentum bagi para pemilik emas untuk melakukan penjualan barang berharga tersebut.
Meski begitu, juga tidak sedikit yang malah melakukan pembelian. Sebab, mereka yakin harga emas akan terus naik.
‘’Kebanyakan nasabah malah tertarik untuk membeli meski harga sedang tinggi, terlebih menjelang Ramadan karena biasanya harga akan naik lagi dan semakin mahal,” kata Pimpinan Cabang Pegadaian Tuban Mulyono Edi Susanto kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Mul—sapaan akrab Mulyono Edi Susanto mengayakan, jika dibandingkan dengan hari biasa, beberapa hari ini nasabah yang tertarik dengan logam mulia meningkat sekitar 50 persen dari 100 nasabah harian yang datang ke Pegadaian.
‘’Emas saat ini memang lebih menarik perhatian, karena proses jual belinya yang tergolong lebih mudah,” imbuhnya.
Lebih lanjut, mantan Pimpinan Cabang Pegadaian Madura itu menuturkan, jika peminat logam mulia saat ini mayoritas dari kalangan muda-mudi generasi Z dan milenial, meski ada pula wanita dan pria paro baya yang mulai melirik logam mulia ini sebagai barang investasi.
Kenaikan harga emas ini juga dirasakan oleh toko-toko emas. Salah satunya, toko emas Gajah di Jalan Ronggolawe.
Tifa, penjaga toko ini mengungkapkan, jika saat ini banyak para pemilik emas yang justru melakukan jual di toko tempatnya bekerja.
‘’Kurang lebih sekitar 70 persen pelanggan melakukan jual emas dan sisanya melakukan pembelian perhiasan,” tuturnya.
Dia mengatakan, jika orang-orang yang menjual emas ini umumnya berupa perhiasan maupun logam mulia dan saat mendekati hari raya nanti akan kembali membeli perhiasan lagi meski harganya akan sedikit lebih mahal.
Model Perhiasan Minimalis Jadi Tren
Sementara itu, di awal 2025 ini tren perhiasan yang digandrungi kaum hawa adalah model yang sederhana tetapi tetap memberikan kesan elegan.
Novi, pemilik toko emas Sumber Jaya mengatakan, perubahan selera customer di tahun ini cukup berbeda dari tahun sebelumnya.
Jika tahun sebelumnya cenderung menyukai perhiasan dengan model yang terlihat besar dan mencolok.
‘’Tahun ini banyak yang mencari perhiasan dengan desain yang lebih simple,” ujarnya.
Novi menambahkan, jika desain seperti rantai kecil pada gelang dan kalung ini menjadi incaran sebagian besar dari pembelinya.
Sedangkan, desain emas yang tampak besar, kokoh, dan bold lebih disukai oleh wanita berusia 40 tahun ke atas.
‘’Cincin juga begitu, sekarang ini model yang simple dengan desain yang minimalis lebih banyak diminati,” imbuh wanita berambut pendek tersebut.
Senada disampaikan Ratna, pemilik toko emas Gajah.
Dia juga mengungkapkan bahwa kebanyakan perempuan mencari perhiasan dengan bobot yang lebih ringan.
‘’Kebanyakan mencari yang bobotnya 2 sampai 4 gram, karena perhiasan dengan bobot tersebut memiliki model yang lebih simple. Berbeda lagi dengan gramasinya yang lebih berat, modelnya akan lebih kokoh dan bold,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ratna menuturkan, jika beberapa customernya masih ada yang mencari desain perhiasan yang tren di tahun sebelumnya.
Meski ada, tetapi tokonya tak menyediakan banyak model dari tahun lalu, sehingga pilihannya pun akan lebih sedikit dibandingkan dengan desain di tahun ini.
‘’Perhiasan-perhiasan yang tebal, mencolok, dan berukuran besar memang akan lebih kokoh dan tidak mudah rusak, sehingga masih ada beberapa orang yang meminati model lawas ini,” tandasnya. (saf/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama