RADARTUBAN – Seorang korban tanah longsor di Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, akhirnya berhasil ditemukan setelah berjam-jam tertimbun material longsor. Sayangnya, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Kapolsek Bungbulang, AKP Yusli Yulianto, menyampaikan bahwa tim evakuasi bekerja tanpa henti hingga akhirnya menemukan korban pada pukul 23.00 WIB.
"Proses evakuasi sudah dilakukan, korban yang tertimbun sudah ditemukan pada pukul 23.00 WIB dalam keadaan meninggal dunia setelah berjam-jam dilakukan proses evakuasi," ujar Yusli di Garut, Senin (24/2).
Menurut Yusli, bencana longsor ini terjadi akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah selatan Garut.
Tanah yang labil akhirnya longsor dan menimpa sebuah rumah serta bengkel milik warga di Kampung Bekong Cijangkar, Desa Bojong, Kecamatan Bungbulang, pada Minggu (23/2) sekitar pukul 18.30 WIB.
Korban yang diketahui bernama Endang alias Jalu, 40 tertimbun longsor saat berada di dalam rumah.
Warga setempat yang mengetahui kejadian tersebut segera melakukan pencarian dengan bantuan tim SAR gabungan dari berbagai unsur.
Selain mengevakuasi korban, tim juga berupaya membersihkan material longsor yang menutupi badan jalan.
"Segera melakukan pembersihan material longsor dari jalan dan berusaha mengevakuasi korban," kata Yusli.
Tanah longsor yang terjadi tidak hanya menimbun rumah dan bengkel, tetapi juga memutus akses jalan utama di kawasan tersebut.
Tebing setinggi puluhan meter runtuh, menghambat lalu lintas di jalur lintas selatan yang menghubungkan Bungbulang dan Garut.
Akibatnya, kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas dari kedua arah, menyebabkan kemacetan panjang.
"Akibat kejadian ini, arus lalu lintas dari arah Garut menuju Bungbulang macet total karena jalan tertutup longsor," ujar Yusli.
Hingga saat ini, tim gabungan terus berupaya membersihkan material longsor agar akses jalan bisa kembali digunakan. Pihak kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi bencana longsor, terutama saat curah hujan tinggi.
"Kami mengimbau masyarakat yang melintas di jalur ini waspada, khususnya saat hujan turun, karena riskan terjadi longsor," kata Yusli.
Bencana ini menjadi peringatan bagi warga yang tinggal di daerah rawan longsor untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat musim hujan, guna meminimalkan risiko bencana serupa di masa mendatang. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni