Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Petugas Pemadam Kebakaran Kena Prank Adanya Ular Besar, Nomor Pelapor Sedang Dilacak

M Robit Bilhaq • Rabu, 26 Februari 2025 | 23:45 WIB
Mobil Damkar
Mobil Damkar

RADARTUBAN - Petugas pemadam kebakaran (Damkar) Banyuwangi, Jawa Timur, menerima laporan palsu mengenai keberadaan ular berukuran besar.

Namun, setelah perugas tiba di lokasi yang dilaporkan, petugas tidak menemukan ular seperti yang diinformasikan.

Laporan tersebut menyebutkan adanya seekor ular besar di sebuah diler mobil di Kelurahan Kebalenan, Kecamatan Banyuwangi, pada Selasa (25/2). 

Tetapi saat petugas tiba di lokasi, mereka justru mendapati bahwa laporan keberadaan ular tersebut hanyalah ulah iseng dari seseorang yang belum diketahui identitasnya.

“Benar (ada laporan iseng), mengatasnamakan diler mobil di Jalan Brawijaya. Tapi setelah petugas tiba di sana, tidak ada pelapor,” kata Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi, Yoppy Bayu Irawan, Selasa.

Menurut Yoppy, petugas yang berusaha mengklarifikasi kebenaran laporan tersebut mengalami kesulitan dikarenakan nomor telepon yang digunakan untuk melapor sebelumya itu tidak dapat dihubungi kembali.

Damkarmat Banyuwangi yang bertugas pada saat itu ialah Asnan, menjelaskan bahwa laporan tersebut masuk sekitar pukul 10.23 WIB melalui nomor telepon kantor.

Begitu menerima laporan, lima personel yang sedang piket segera bergegas berangkat ke lokasi dengan membawa peralatan lengkap, termasuk sarung tangan, penjepit, pengait ular, dan keranjang khusus untuk evakuasi reptil tersebut.

Namun, setibanya di lokasi yang sesuai laporan, mereka menyadari bahwa laporan tersebut hanyalah sebuah bohongan dan lelucon.

Para karyawan diler yang berada di lokasi juga tampak kebingungan karena karyawan diler tersebut tidak merasa membuat laporan apa pun.

“Sampai diler ternyata kita di-prank. Karyawan yang di sana juga bingung,” ujar Asnan seraya tertawa.

Lebih lanjut, diketahui bahwa nomor telepon yang digunakan untuk melapor Damkar Banyuwangi itu merupakan milik salah satu karyawan diler tersebut.

Namun, karyawan itu tidak berada di lokasi sejak pagi, dan dia juga merasa terkejut saat diberitahu bahwa namanya digunakan untuk melapor damkar dalam laporan palsu.

Oleh karena itu, para karyawan di sana menduga bahwa nomor tersebut telah diretas oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Para karyawan diler pun segera menyampaikan permohonan maaf kepada petugas Damkarmat yang telah datang ke lokasi.

Meskipun demikian, Asnan dan rekan-rekannya tidak sedikitpun merasa tersinggung dengan kejadian tersebut dan menganggap hal ini sebagai pengalaman lucu.

Namun, petugas damkarmat tersebut tetap berharap agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Kami sedang menjalankan tugas kemanusiaan. Kami selalu ikhlas. Tolong jangan memperdaya dengan memberikan laporan palsu,” pintanya dengan ramah.

Asnan menegaskan kepada semuanya bahwa laporan palsu semacam ini dapat berdampak negatif bagi masyarakat.

Seperti, jika dalam waktu yang bersamaan ada laporan darurat yang benar-benar membutuhkan penanganan segera, petugas bisa terkendala akibat adanya laporan palsu yang tidak benar adanya.

Saat ini, nomor telepon yang digunakan untuk membuat laporan palsu tersebut sedang dalam proses pelacakan oleh pihak terkait dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

Langkah ini dilakukan untuk mengetahui pihak yang bertanggung jawab atas laporan palsu tersebut.

"Sedang ditangani Pemkab Banyuwangi bersama Telkom,” ujar Asnan

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#damkar #diler #ular besar #prank #banyuwangi #pemadam kebakaran #laporan palsu