Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Rata-rata IQ Orang Indonesia Hanya 78,49? Wamen Stella: Jangan Percaya!

Cicik Nur Latifah • Jumat, 28 Februari 2025 | 23:10 WIB
Wamen bantah rata-rata iq Indonesia hanya 78,49
Wamen bantah rata-rata iq Indonesia hanya 78,49

RADARTUBAN- Belakangan ini, perdebatan mengenai rata-rata IQ orang Indonesia kembali mencuat setelah muncul klaim bahwa angka tersebut berada di kisaran 78,49.

Klaim ini berasal dari penelitian Richard Lynn dan David Becker yang dipublikasikan dalam buku The Intelligence of Nations pada tahun 2019.

Dalam penelitian tersebut, Lynn dan Becker mengamati berbagai studi tentang skor IQ masyarakat Indonesia sejak tahun 1999 hingga 2015, yang kemudian menghasilkan angka 78,49 sebagai IQ nasional Indonesia.

Namun, penelitian ini mendapat banyak kritik, mengingat sejak saat itu telah terjadi berbagai perubahan signifikan di Indonesia, seperti meningkatnya akses pendidikan dan perbaikan gizi.

Situs The International IQ Test bahkan melaporkan bahwa rata-rata IQ orang Indonesia per Januari 2024 adalah 92,64. Angka yang jauh lebih tinggi dibandingkan hasil penelitian Lynn dan Becker.

Menanggapi perdebatan ini, Wakil Menteri Pendidikan, Sains, dan Teknologi, Prof. Stella Christie, menegaskan bahwa angka tersebut tidak bisa dipercaya.

Hal ini ia sampaikan dalam program Naratama di Menara Kompas, Jakarta, pada Senin (24/2).

“Penelitian IQ 78 itu dari seseorang, saya lupa namanya, tapi karya peneliti itu ditolak sebagai sebuah penelitian. Jangan kalian percaya, jangan kita percaya kalau dikatakan IQ orang Indonesia itu 78, jauhlah IQ kita dari angka itu,” ujar Prof. Stella.

Dia juga menolak anggapan bahwa faktor genetika berperan dalam kecerdasan seseorang. Menurutnya, pendidikan adalah faktor utama dalam menentukan kemampuan berpikir seseorang.

Lebih lanjut, Prof. Stella mengkritik kecenderungan masyarakat yang terlalu fokus pada angka IQ. Menurutnya, hal ini dapat menyesatkan pemikiran, karena IQ sering dianggap sebagai sesuatu yang tetap dan tidak bisa diubah.

“Nah, kalau boleh saya agak keras ya, itu tolong itu ditaruh, dibuang ke tong sampah, enggak pernah dibuka lagi itu,” tegasnya.

Prof. Stella menekankan pentingnya pola pikir berkembang (growth mindset) dibandingkan pola pikir tetap (fixed mindset).

Dia menjelaskan bahwa kemampuan anak dapat meningkat melalui proses belajar, bukan hanya berdasarkan angka IQ semata.

“Kita lupakan saja itu IQ, tapi nilai-nilai ulangan, tes, itu penting. Karena itu bisa kita tingkatkan dengan pelajaran dan cara belajar yang baik,” pungkasnya. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#orang indonesia #akses pendidikan #penelitian #perbaikan Gizi #wamen #Stella Christie #IQ