RADARTUBAN - Presiden Prabowo Subianto kembali memperlihatkan hubungan eratnya dengan dua mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo (Jokowi), dalam berbagai agenda penting yang berlangsung belakangan ini.
Pada Kamis (27/2), Prabowo tampak duduk diapit oleh SBY dan Jokowi dalam acara parade senja di Akademi Militer (Akmil), Magelang.
Dalam pidatonya, dia menegaskan rasa bangga bisa bersama dua presiden terdahulu yang telah berjasa menjaga stabilitas negara selama dua dekade terakhir.
Sebelumnya, dalam peluncuran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) di Istana Kepresidenan Jakarta (24/2), Prabowo mengungkapkan kekagumannya terhadap pengalaman kepemimpinan SBY dan Jokowi.
Menurutnya, hanya mereka yang tidak bijak yang akan mengabaikan pelajaran dari pengalaman dua pemimpin besar tersebut.
Acara peluncuran BPI Danantara juga menjadi simbol kerja sama lintas generasi. Prabowo, SBY, dan Jokowi secara simbolis menekan tombol peluncuran lembaga investasi ini, yang diperkirakan akan mengelola aset hingga 900 miliar dolar AS.
Kedekatan Prabowo dengan SBY dan Jokowi sekaligus membantah berbagai spekulasi tentang adanya perpecahan di antara mereka.
Jokowi menegaskan bahwa hubungan ketiganya tetap solid dan telah terjalin erat sejak lama.
Prabowo pun mengimbau agar tidak ada pihak yang mencoba mengadu domba mereka. Ia juga menyerukan agar masyarakat menghentikan kebiasaan menjelekkan pemimpin terdahulu demi menjaga persatuan bangsa.
Kebersamaan Prabowo dengan SBY dan Jokowi mengirimkan pesan kuat bahwa persatuan tetap menjadi kunci utama dalam membangun Indonesia.
Kolaborasi lintas generasi kepemimpinan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus menjaga harmoni dan persaudaraan di tengah perbedaan politik. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni