RADARTUBAN- Tragedi terjadi di Puncak Carstensz, Papua, ketika dua pendaki wanita, Elsa Laksono dan Lilie Wijayanti Poegiono, meninggal dunia akibat hipotermia dalam perjalanan turun dari puncak.
Kedua pendaki ini merupakan bagian dari ekspedisi beranggotakan 10 pendaki dan 5 pemandu gunung, termasuk musisi Fiersa Besari.
Peristiwa ini terjadi pada 1 Maret 2025. Cuaca ekstrem di ketinggian 4.884 meter di atas permukaan laut (mdpl) diduga menjadi penyebab utama mereka mengalami hipotermia.
Jenazah keduanya telah dievakuasi ke Mimika sebelum diterbangkan ke Jakarta untuk diserahkan kepada keluarga.
Ekspedisi ini berangkat dari Timika pada akhir Februari 2025. Rombongan pendaki menggunakan helikopter hingga Lembah Kuning, titik awal pendakian ke Puncak Carstensz.
Perjalanan menuju puncak memakan waktu beberapa hari dengan medan ekstrem dan suhu dingin.
Pada Kamis (27/2), rombongan mencapai puncak dan mulai turun. Namun, saat perjalanan kembali ke Lembah Kuning, kondisi Lilie dan Elsa mulai melemah akibat suhu yang semakin dingin.
Mereka mengalami hipotermia, yang menyebabkan tubuh kehilangan panas secara drastis hingga tidak mampu berfungsi dengan baik.
Jurnalis Andreas Harsono, yang merupakan teman SMA Lilie, mengonfirmasi kabar duka ini melalui akun media sosial X miliknya.
"Lilie Wijayati dan Elsa Laksono, keduanya berumur 60 tahun, meninggal dunia karena kedinginan di Puncak Carstensz, dekat Timika, Papua. Lilie perancang busana di Bandung, Elsa dokter gigi di Jakarta. Mereka alumni SMA Dempo Malang tahun 1984," tulis Andreas.
Menurutnya, pendakian ini merupakan bagian dari misi pribadi Lilie untuk menaklukkan tujuh puncak tertinggi di Indonesia.
Puncak Carstensz menjadi puncak terakhir dalam daftar pendakiannya.
Jenazah Elsa dan Lilie ditemukan di Lembah Kuning, lokasi mereka terakhir kali terlihat dalam kondisi melemah.
Evakuasi dilakukan dengan helikopter dan jenazah mereka dibawa ke Timika sebelum diterbangkan ke Jakarta.
Selain Lilie dan Elsa, tiga pendaki lainnya juga sempat mengalami gejala hipotermia, namun kondisi mereka telah membaik setelah mendapatkan perawatan.
Hipotermia dapat terjadi ketika suhu tubuh manusia turun di bawah 35 derajat Celsius.
Gejalanya meliputi menggigil hebat, kelelahan, kebingungan, hingga kehilangan kesadaran jika tidak segera ditangani.
Puncak Carstensz dikenal sebagai salah satu jalur pendakian paling menantang di dunia. Selain berada di ketinggian ekstrem, gunung ini memiliki curah hujan tinggi dan suhu yang bisa turun drastis, terutama di malam hari.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan risiko besar dalam mendaki gunung bersalju di daerah tropis, terutama tanpa persiapan matang terhadap cuaca ekstrem. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni