RADARTUBAN - Pemerintah berencana mengimpor garam, tetapi hanya untuk keperluan industri, bukan untuk dikonsumsi langsung.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menjelaskan bahwa jumlah garam yang akan diimpor masih dalam tahap perhitungan.
"Lagi dihitung, khusus untuk industri (impor garam). Kalau konsumsi cukup," tegas dia ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (3/3).
Pemerintah mengimpor garam untuk keperluan industri karena garam yang diproduksi di dalam negeri belum memenuhi standar kualitas yang dibutuhkan.
Trenggono belum mengungkapkan negara asal garam impor tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa keputusan mengenai impor ini akan segera ditetapkan.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mengimpor empat komoditas pangan, yaitu beras, garam konsumsi, gula konsumsi, dan jagung.
Menurut Zulhas, keputusan tersebut diambil dalam rapat koordinasi dengan berbagai pihak terkait.
"Tahun ini saya putuskan, kita tidak impor beras, garam, gula dan jagung," kata Zulhas dalam acara Sarasehan Ulama 'Asta Cita dalam Perspektif Ulama NU' yang digelar di The Sultan Hotel & Residence Jakarta, Selasa (4/2). (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni