RADARTUBAN - Sebuah insiden mengejutkan terjadi di penerbangan Batik Air dari Johor Bahru, Malaysia, menuju Bangkok, Thailand.
Sekitar 30 menit sebelum mendarat di Bandara Internasional Don Mueang, kabin pesawat tiba-tiba dipenuhi asap tebal akibat power bank yang terbakar di dalam kompartemen bagasi kabin.
Kejadian ini terekam dalam video yang diunggah oleh salah satu penumpang, @kentmaherr, dan menjadi viral di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat asap putih keluar dari kompartemen bagasi atas dengan bau kimia menyengat.
Para pramugari segera bertindak cepat, membuka kompartemen secara hati-hati dan menggunakan alat pemadam api untuk mengatasi situasi tersebut. Penumpang yang duduk di dekat sumber asap diminta berpindah tempat demi keselamatan.
Setelah api berhasil dipadamkan, sebuah tas hitam yang berisi power bank diambil oleh seorang penumpang dan dibawa ke bagian belakang pesawat untuk diamankan.
Awak kabin juga menggunakan air mineral untuk memastikan perangkat benar-benar padam.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, dan pesawat berhasil mendarat dengan selamat di Bangkok.
Tim pemadam kebakaran dan medis sudah bersiaga di bandara untuk memastikan keselamatan seluruh penumpang.
Insiden ini kembali menyoroti risiko penggunaan baterai lithium-ion, seperti yang terdapat pada power bank. Baterai jenis ini rentan terhadap overheating atau kerusakan fisik yang dapat memicu kebakaran.
Beberapa maskapai telah memberlakukan aturan ketat terkait penyimpanan perangkat elektronik semacam ini. Power bank, misalnya, tidak boleh disimpan dibagasi kabin.
Kejadian serupa juga pernah terjadi sebelumnya pada maskapai lain, sehingga beberapa otoritas penerbangan kini mempertimbangkan regulasi lebih ketat untuk mencegah insiden serupa di masa depan.
Para penumpang memuji tindakan sigap kru Batik Air dalam menangani situasi darurat ini tanpa menimbulkan kepanikan.
"Alhamdulillah semua tetap tenang dan bekerja sama," ujar salah satu penumpang dalam unggahannya.
Insiden ini juga menjadi pengingat bagi penumpang untuk lebih berhati-hati dalam membawa perangkat elektronik selama penerbangan.
Hingga saat ini, pihak Batik Air belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni