Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Menyusul Sritex, Yamaha, dan Sanken: Pabrik Sepatu Nike di Tangerang PHK Ribuan Karyawan

Ika Nur Jannah • Kamis, 6 Maret 2025 | 21:56 WIB
Pabrik Nike di Tangerang yang menutup operasionalnya.
Pabrik Nike di Tangerang yang menutup operasionalnya.

RADARTUBAN - Pabrik sepatu merek Nike yang dikelola oleh PT Victory Chingluh Indonesia di Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, baru-baru ini melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap 2.000 karyawan.

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap berbagai tantangan yang melanda industri manufaktur, termasuk penurunan pesanan produksi dan tekanan ekonomi global.

Menurut Informasi yang beredar, salah satu penyebab utama PHK adalah penurunan signifikan dalam jumlah pesanan produksi.

Kondisi ini memaksa perusahaan untuk menghentikan beberapa lini produksi, sehingga jumlah pekerja tidak lagi seimbang dengan kebutuhan operasional perusahaan.

Situasi ini telah berlangsung sejak pertengahan 2024, dengan perusahaan sebelumnya mencoba menahan dampaknya melalui pengurangan jam kerja sebelum akhirnya mengambil langkah PHK pada awal Januari 2025.

PHK massal ini tidak hanya memengaruhi ribuan buruh yang kehilangan mata pencaharian, tetapi juga memberikan dampak sosial yang luas di wilayah sekitar pabrik.

Banyak keluarga pekerja kini menghadapi ketidakpastian ekonomi. Beberapa karyawan mengungkapkan bahwa meskipun perusahaan menawarkan pesangon dua kali Penghitungan Masa Kerja (PMTK), jumlah tersebut dianggap tidak cukup untuk memulai kehidupan baru atau menutupi kebutuhan jangka panjang.

Pedagang kecil di sekitar pabrik juga merasakan dampaknya. Dengan berkurangnya aktivitas pekerja, tingkat keramaian di area tersebut menurun drastis, sehingga memukul pendapatan mereka.

Kasus PHK massal di pabrik sepatu Nike Tangerang mencerminkan tantangan besar yang dihadapi industri manufaktur di Indonesia,

khususnya sektor padat karya seperti tekstil dan alas kaki. Tekanan ekonomi global, penurunan pesanan ekspor, serta kenaikan biaya operasional menjadi kombinasi faktor yang sulit diatasi oleh perusahaan.

Sementara itu, ribuan buruh kini harus berjuang menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#nike #tangerang #Ribuan Karyawan #pabrik sepatu #phk