Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Menjelang Sahur, Gunung Marapi Lontarkan Abu Setinggi 1,2 Kilometer

M Robit Bilhaq • Jumat, 7 Maret 2025 | 18:06 WIB
Gunung Merapi erupsi.
Gunung Merapi erupsi.

RADARTUBAN - Gunung Marapi kembali mengalami erupsi pada Jumat (7/3) dini hari WIB, bertepatan dengan waktu menjelang sahur.

Erupsi terjadi sekitar pukul 02.45 WIB dengan tinggi kolom abu mencapai hingga 1.200 meter di atas puncak gunung.

Aktivitas vulkanik ini terekam oleh seismogram dengan amplitudo maksimum sebesar 30,7 mm dan berlangsung selama 2 menit 4 detik, sebagaimana disampaikan oleh petugas Pos Pengamat Gunung Api (PGA), Teguh Purnomo.

Teguh menjelaskan bahwa kolom abu yang keluar dari kawah Gunung Marapi berwarna kelabu dengan intensitas yang tebal dan bergerak mengarah ke utara.

Erupsi ini menandakan bahwa aktivitas vulkanik gunung tersebut masih cukup tinggi, sehingga masyarakat yang berada di sekitarnya diminta untuk mewaspadainya.

Saat ini, status Gunung Marapi berada pada Level II atau waspada.

Dengan status ini, masyarakat serta pendaki dilarang untuk mendekati atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah karena adanya potensi bahaya yang ditimbulkan akibat letusan susulan yang mungkin terjadi sewaktu-waktu.

Selain itu, Teguh juga memberikan peringatan kepada masyarakat yang tinggal di sekitar lembah atau di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya banjir lahar.

Sebagai langkah pencegahan, Teguh juga mengimbau masyarakat agar menggunakan masker apabila terjadi hujan abu.

Partikel abu vulkanik yang tersebar di udara dapat membahayakan kesehatan, terutama bagi para penderita penyakit pernapasan seperti asma atau infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak keluar rumah jika tidak ada keperluan mendesak saat hujan abu turun, bertujuan untuk menghindari dampak negatif dari debu vulkanik yang bisa mengiritasi mata dan saluran pernapasan.

Dengan terus meningkatnya aktivitas Gunung Marapi, pihak berwenang terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap perkembangan gunung berapi ini.

Masyarakat di sekitar kawasan rawan bencana diminta untuk selalu memperbarui informasi dari sumber resmi seperti BMKG dan Pos Pengamat Gunung Api, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah guna menghindari risiko yang lebih besar. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#aktivitas vulkanik #Gunung merapi #erupsi #sahur