RADARTUBAN - Saat ini sedang ramai berita mengenai Hibisc Fantasy Puncak, salah satu tempat wisata di Bogor yang dibongkar paksa oleh warga karena diduga menjadi penyebab banjir.
Pada mulanya, Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat, Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol, dan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan telah menyegel operasional tempat wisata tersebut karena dinilai melanggar tata lingkungan dan perizinan lahan.
Sehingga, keberadaan Hibisc Fantasy Puncak diduga menjadi penyebab terjadinya banjir bandang di wilayah Puncak Bogor beberapa waktu lalu.
Dedi Mulyadi sebagai Gubernur Jawa Barat memberikan instruksi kepada Bupati Bogor, Rudy Susmanto agar Satpol PP Bogor mengerahkan alat berat untuk membongkar tempat wisata tersebut.
Hanya saja, pembongkaran belum juga dilakukan meskipun alat berat telah sampai di lokasi.
Hal ini mengakibatkan warga menjadi geram karena bangunan tak segera diratakan.
Akhirnya, warga membongkar paksa tempat tersebut dengan menyabotase ekskavator di lokasi tanpa menunggu tindakan dari aparat.
Fakta Mengenai Hibisc Fantasy Puncak Bogor
1. Hibisc Fantasy yang berdiri di Puncak Bogor tersebut dibangun di zona terlarang yang kemudian membawa dampak negatif pada lingkungan.
2. Tempat wisata ini dikelola oleh anak Perusahaan BUMD PT Jaswita Jawa Barat.
3. Kawasan yang diizinkan untuk dikelola adalah 4.800 meter persegi, tetapi area tempat wisata tersebut telah meluas hingga 15.000 meter persegi. Sekitar 11.000 meter persegi wilayah lahan tidak berizin.
4. Hibisc Fantasy Puncak berlokasi di Tugu Selatan, Puncak, Cisarua, Bogor, Jawa Barat. Tempat ini telah resmi dibuka pada 11 Desember 2024 lalu.
5. Hibisc Fantasy Puncak sudah mendapat teguran dari Pemerintah Kabupaten Bogor sejak peresmiannya. Tepatnya sehari setelah diresmikannya tempat wisata ini. Namun, operasionalnya tetap dilanjutkan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni