RADARTUBAN - Warganet dihebohkan dengan video istri Wali Kota Bekasi, Wiwiek Hargono, yang viral karena mengungsi ke hotel mewah saat warga Bekasi terdampak banjir besar.
Setelah dihujani kritik, dia akhirnya buka suara dan meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi.
Video yang pertama kali beredar di media sosial memperlihatkan Wiwiek turun dari mobil hitam di depan lobi hotel berbintang.
Dia disambut seorang rekannya yang kemudian merekam dan memberikan narasi bahwa Wiwiek memilih menginap di hotel karena rumahnya kebanjiran.
“Kita mau nganter Ibu Wiwiek yang mau stay di hotel karena rumahnya kebanjiran. Iya, ibu wali kota kita rumahnya kebanjiran, jadi nginapnya di Ho****n," ucap sang perekam sambil tertawa bersama Wiwiek.
Sontak, video ini menuai kecaman dari netizen. Banyak yang menilai istri wali kota tidak memiliki empati, mengingat ribuan warga harus tidur di pengungsian seadanya, sementara ia memilih kenyamanan di hotel mewah.
"Warga susah cari tempat tidur, dia malah check-in hotel. Hebat!" tulis seorang warganet.
“Kenapa nggak di posko pengungsian aja, Bu? Ngerasain jadi rakyatmu sendiri," sindir netizen lainnya.
Akhirnya Minta Maaf: “Saya Tidak Bisa Melarang Opini Masyarakat”
Setelah videonya viral dan mendapat kritik pedas, Wiwiek akhirnya memberikan klarifikasi pada Kamis (6/3).
"Apa yang kami lakukan mungkin bisa ditafsirkan dengan berbagai narasi berbeda. Namun, saya dan Mas Tri selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk warga Bekasi," ujarnya.
Ia mengaku tidak berniat bermewah-mewahan, tetapi hanya mengikuti saran suaminya, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, untuk mengevakuasi diri agar tetap bisa memantau dan membantu warga terdampak banjir.
“Jika saya terjebak banjir, maka saya tidak akan bisa turun langsung membantu masyarakat," tambahnya.
Namun, Wiwiek mengakui bahwa dirinya tidak bisa melarang orang lain untuk merekam atau memposting video pertemuan mereka, yang akhirnya menimbulkan kontroversi.
"Saya mohon maaf kalau video tersebut membuat kegaduhan dan menimbulkan persepsi yang kurang baik," ucapnya.
Wali Kota Bekasi Pasang Badan: “Kami Mengungsi Demi Pantau Banjir”
Tak hanya Wiwiek, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto juga memberikan klarifikasi. Ia membantah tuduhan bahwa dirinya dan istri ingin hidup mewah saat warga menderita.
"Iya benar, kami menginap di hotel, tapi bukan untuk bersenang-senang. Itu karena lokasinya strategis untuk memantau titik-titik banjir," kilahnya.
Tri menegaskan bahwa mereka hanya sebentar di hotel, karena Wiwiek bahkan sudah ikut membantu memasak di dapur umum sejak pukul 04.00 WIB.
"Kami tidak stay selamanya di hotel. Jam 06.00 WIB sudah meninggalkan hotel," ujarnya.
Namun, klarifikasi ini tetap tidak meredakan amarah netizen, yang merasa pejabat seharusnya ikut merasakan penderitaan rakyatnya.
Bencana banjir besar melanda Kota dan Kabupaten Bekasi sejak Selasa, 4 Maret 2025, akibat hujan deras yang mengguyur sejak Senin malam. Banjir kali ini disebut lebih parah dibandingkan tahun 2016 dan 2020, dengan ketinggian air mencapai 3 meter di beberapa titik.
Fakta-fakta banjir Bekasi 2025 sejuh ini 16.000 warga terdampak, 5.000 warga mengungsi
Jatiasih jadi wilayah terparah, jembatan Kemang Pratama ambrol, dan Mega Mall Bekasi terendam banjir.
Banjir ini terjadi akibat curah hujan ekstrim serta luapan Kali Bekasi, yang diperparah oleh alih fungsi lahan dan kerusakan lingkungan.
Sementara ribuan warga tidur di tenda pengungsian, video istri wali kota yang nyaman di hotel justru makin memperparah situasi. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama