Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

SBY Soroti Kemunduran Demokrasi dan Ingatkan Pentingnya Menjaga Konstitusi, Disampaikan di Tokyo

Ika Nur Jannah • Senin, 10 Maret 2025 | 20:03 WIB
Presiden keenam Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono.
Presiden keenam Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono.

RADARTUBAN - Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengungkapkan keprihatinannya terhadap fenomena kemunduran demokrasi yang terjadi di berbagai belahan dunia.

Dalam acara bedah buku berjudul "Standing Firm for Indonesia's Democracy" di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo, Jepang, Minggu (9/3), SBY menyoroti tantangan global terhadap nilai-nilai demokrasi dan pentingnya menjaga konstitusi.

Kemunduran Demokrasi Global Dalam pidatonya, SBY menyebut bahwa kemunduran demokrasi tidak hanya terjadi di negara-negara berkembang, tetapi juga di negara-negara besar yang selama ini dianggap sebagai champions of democracy.

Dia menegaskan bahwa negara-negara tersebut tidak kebal dari ancaman terhadap demokrasi.

"Negara-negara besar yang konon dianggap sebagai champions of democracy, negara-negara yang sering menguliahi kita... dalam kenyataannya, mereka juga mengalami kemunduran dalam demokrasi mereka," ungkap SBY

SBY menjelaskan bahwa fenomena ini menjadi perhatian serius karena demokrasi global sedang menghadapi tantangan besar, termasuk ancaman terhadap prinsip checks and balances serta kebebasan berpendapat. Ia menekankan pentingnya melawan segala bentuk upaya yang merusak demokrasi dan konstitusi.


SBY juga menyerukan kepada masyarakat Indonesia untuk terus menjaga nilai-nilai demokrasi yang telah dibangun dengan susah payah.

"Kalau kita bicara demokrasi kita, mari kita jaga. Fight for democracy, fight against segala sesuatu yang merusak demokrasi, konstitusi, dan checks and balances," tegasnya

SBY optimistis bahwa Indonesia mampu menghadapi tantangan ini di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Dia menyebut bahwa komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci untuk menjaga stabilitas demokrasi.

Sebagai mantan presiden selama dua periode (2004-2014), SBY berbagi pengalaman dalam menjaga stabilitas politik dan ekonomi Indonesia. Ia mengingatkan bahwa kebebasan berpendapat harus dihormati sebagai bagian dari demokrasi.

Pidato SBY ini menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen bangsa untuk terus memperkuat fondasi demokrasi dan melindungi konstitusi dari ancaman apa pun.

Dengan pengalaman dan komitmennya terhadap nilai-nilai demokratis, SBY berharap generasi penerus dapat melanjutkan perjuangan ini demi masa depan Indonesia yang lebih baik. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#demokrasi #susilo bambang yudhoyono #presiden #tokyo #sby