RADARTUBAN - Pendaftaran UTBK SNBT 2025 resmi dibuka mulai 11 hingga 27 Maret 2025. Seleksi tahun ini semakin ketat karena setiap peserta hanya punya satu kesempatan ujian, tanpa tes ulang.
Sebanyak 1,4 juta calon mahasiswa telah memiliki akun Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) 2025.
Dari jumlah tersebut, sekitar 200 ribu calon mahasiswa telah dinyatakan lolos melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), sementara sisanya akan bertarung melalui UTBK SNBT untuk memperebutkan kursi di PTN favorit.
UTBK SNBT memungkinkan peserta memilih hingga tiga program studi di tiga Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang berbeda, tanpa dibatasi wilayah domisili.
Selain itu, peserta dapat menentukan lokasi ujian yang paling mudah dijangkau, sesuai dengan ketersediaan pusat tes.
Peserta yang memilih program studi seni dan olahraga wajib mengunggah portofolio sebagai bagian dari seleksi. Sedangkan peserta tunanetra harus menyertakan surat pernyataan khusus sebelum mengikuti ujian.
Syarat utama pendaftar mencakup kepemilikan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan akun SNPMB.
Pendaftar juga harus merupakan siswa SMA/SMK/MA kelas 12 atau lulusan tahun 2023 dan 2024, dengan usia maksimal 25 tahun per 1 Juli nanti.
Baca Juga: Tak Mampu Bayar Kuliah, Belasan Siswa Lolos SNBP-SNBT Terancam Gagal Kuliah
Biaya UTBK ditetapkan sebesar Rp 200 ribu, kecuali bagi peserta yang terdaftar dalam program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang dibebaskan dari biaya.
Pendaftaran dilakukan secara online melalui portal resmi SNPMB di https://portal-snpmb.bppp.kemdikbud.go.id/.
Setelah melakukan pendaftaran dan pembayaran, peserta harus mengikuti ujian berbasis komputer sesuai jadwal dan lokasi yang telah dipilih. Hasil seleksi dapat dicek melalui portal SNPMB atau laman resmi PTN tujuan.
Dengan persaingan dan aturan yang lebih ketat, UTBK SNBT 2025 menjadi ajang pertarungan akademik penentu masa depan calon mahasiswa. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni