Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Thai Airways dan AirAsia Batasi Penggunaan Power Bank di Pesawat

Bihan Mokodompit • Jumat, 14 Maret 2025 | 01:05 WIB
Maskapai Thai Airways dan AirAsia yang membatasi penggunaan powerbank.
Maskapai Thai Airways dan AirAsia yang membatasi penggunaan powerbank.


RADARTUBAN – Thai Airways dan AirAsia menjadi dua maskapai terbaru yang menerapkan pembatasan penggunaan power bank di dalam pesawat. Kebijakan ini diambil setelah terjadi insiden kebakaran di kabin akibat perangkat tersebut.

Mengutip Straits Times dari VN Express pada Rabu (12/3), Thai Airways akan secara penuh melarang penggunaan power bank selama penerbangan mulai 15 Maret 2025.

Meskipun demikian, penumpang tetap diperbolehkan membawa power bank dalam tas tangan, asalkan sesuai dengan batas kapasitas yang ditetapkan Otoritas Penerbangan Sipil Thailand.

Sementara itu, AirAsia melarang penumpang menggunakan power bank untuk mengisi daya perangkat selama penerbangan.

Maskapai ini mewajibkan power bank disimpan di tas tangan sesuai dengan standar keselamatan yang diterapkan Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA).

Keputusan ini diambil seiring dengan meningkatnya insiden thermal runaway di beberapa maskapai penerbangan Asia.

 

Insiden Thermal Runaway dan Dampaknya

Salah satu insiden serius yang melibatkan power bank terjadi di pesawat Airbus A321 milik Air Busan pada 28 Januari 2025.

Dilansir dari India Times, pesawat mengalami kebakaran di Bandara Internasional Gimhae Busan saat masih berada di landasan keberangkatan.

Kerusakan yang ditimbulkan begitu parah hingga tim pemeliharaan menyatakan pesawat tersebut tidak bisa diperbaiki.

Dugaan awal menunjukkan kebakaran kemungkinan berasal dari bagasi kabin yang menyimpan power bank portabel.

Sebagai langkah pencegahan, sejumlah maskapai penerbangan di Asia kini menerapkan aturan ketat terkait penggunaan power bank di pesawat. Secara umum, kebijakan baru mengizinkan penumpang membawa power bank dalam tas tangan, tetapi melarang penggunaannya selama penerbangan.

 Aturan Maskapai Penerbangan Terkait Power Bank

Beberapa maskapai di Asia telah menetapkan kebijakan terkait penggunaan power bank untuk menghindari insiden serupa. Berikut adalah peraturan terbaru dari beberapa maskapai penerbangan:

• Maskapai Korea Selatan (mulai 1 Maret 2025): Penumpang wajib menyimpan power bank dan rokok elektrik di kantong depan kursi atau di tempat yang mudah terlihat. Power bank harus disimpan dalam pelindung seperti kantong plastik atau diisolasi dengan baik.

• EVA Air (Taiwan) (1 Maret 2025): Penggunaan power bank selama penerbangan dilarang. Penumpang harus memastikan perangkat mereka sudah terisi daya sebelum naik ke pesawat. Semua power bank harus tetap bersama pemiliknya dan tidak boleh dimasukkan ke dalam kargo.

• Starlux Taiwan: Sejak beroperasi pada 2018, maskapai ini sudah melarang penggunaan power bank selama penerbangan.

• Tigerair Taiwan: Power bank hanya boleh dibawa jika memiliki spesifikasi tertentu. Penggunaannya tetap dilarang selama penerbangan.

• China Airlines dan UNI Air (Taiwan): Tidak merekomendasikan penumpang membawa power bank, tetapi menetapkan aturan pengemasan khusus bagi mereka yang tetap ingin membawanya.


Beberapa maskapai penerbangan di Eropa juga telah menerapkan pembatasan serupa terhadap perangkat berbasis baterai di pesawat mereka. Diperkirakan, larangan penggunaan power bank di dalam pesawat akan semakin meluas seiring peningkatan fasilitas pengisian daya langsung di kursi penumpang.

 

Pentingnya Memahami Kebijakan Maskapai

Penumpang perlu memahami aturan setiap maskapai terkait pengangkutan dan penggunaan power bank agar perjalanan mereka tetap aman dan nyaman.

Menggunakan fasilitas pengisian daya yang tersedia di pesawat adalah solusi terbaik.

 

Sebelum terbang, sebaiknya penumpang mengisi daya perangkat mereka di bandara atau sebelum berangkat untuk menghindari ketergantungan pada power bank selama penerbangan.

 


Insiden Power Bank Meledak di Pesawat AirAsia Thailand

Tahun lalu, ledakan power bank sempat terjadi di penerbangan AirAsia Thailand. Insiden ini menimbulkan kepanikan di kalangan penumpang pada Sabtu, 24 Februari 2024. Mengutip Bangkok Post, peristiwa tersebut terjadi dalam penerbangan AirAsia Thailand FD3188 rute Bangkok–Nakhon Si Thammarat.

Dilaporkan oleh Says pada Kamis, 29 Februari 2024, Menteri Perindustrian Thailand, Pimphattra Wichaikul, termasuk di antara 186 penumpang yang menyaksikan langsung kejadian tersebut.

Ledakan menyebabkan asap memenuhi kabin, sebagaimana dilaporkan The Thaiger.

Dalam video berdurasi dua menit yang dirilis Daily Mail, terlihat para penumpang berusaha menjauh dari power bank yang terbakar, sementara teknisi di dalam pesawat segera menangani situasi. Berdasarkan laporan NY Post, benda tersebut diketahui diletakkan di kantong kursi sebelum akhirnya meledak.

Menurut juru bicara AirAsia, api berhasil dipadamkan dalam waktu dua menit, dan pesawat mendarat dengan selamat tanpa ada korban luka. “Pramugari yang telah dilatih dengan baik langsung menggunakan alat pemadam kebakaran untuk menangani insiden ini,” katanya.

Airports of Thailand (AOT) mengonfirmasi bahwa ledakan disebabkan oleh kualitas power bank yang tidak memenuhi standar keamanan. Direktur AOT, Kirati Kijmanawat, menyatakan bahwa baik penumpang maupun staf AOT telah mengikuti prosedur yang berlaku.

“Penumpang tidak diperbolehkan meninggalkan power bank di bagasi terdaftar dan harus membawanya sendiri selama penerbangan,” jelasnya. Dia juga mengingatkan bahwa kapasitas maksimum power bank yang diperbolehkan adalah 30.000 mAh.

Sebagai langkah pencegahan, Kirati menyarankan penumpang untuk hanya menggunakan power bank dari merek-merek ternama yang telah teruji keamanannya.

Penerapan Aturan Ketat

Peningkatan kasus kebakaran akibat thermal runaway membuat banyak maskapai menerapkan aturan lebih ketat terhadap penggunaan power bank selama penerbangan. Dengan memahami kebijakan maskapai dan menggunakan power bank yang sesuai standar, penumpang dapat berkontribusi dalam menjaga keselamatan penerbangan. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#airasia #power bank #pesawat #thai airways