RADARTUBAN - Sebuah video yang memperlihatkan aksi remaja terlibat perang sarung di jalan raya Jakarta Timur viral di media sosial. Aksi tersebut menyebabkan gangguan lalu lintas dan nyaris berujung kecelakaan.
Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @info.jakarta timur dan memperlihatkan sekelompok remaja berlarian di tengah jalan sambil saling menyerang menggunakan sarung.
Peristiwa ini diduga terjadi di Jalan Taman Mini I, tepatnya di depan Masjid At-Tin, Jakarta Timur, pada Rabu (12/3) malam, selepas solat tarawih.
Keramaian akibat aksi ini membuat sejumlah kendaraan yang melintas harus berhenti. Beberapa pengendara membunyikan klakson berulang kali untuk memperingatkan para remaja.
Dalam video, terlihat sebuah taksi hampir menabrak gerombolan remaja yang berlarian ke arah jalan raya.
"Remaja perang sarung hampir tertabrak kendaraan, di dekat Masjid At-Tin. Perang sarung terjadi di Jalan Taman Mini I, tepatnya dekat Masjid At-Tin (12/3) setelah shalat tarawih.
Para remaja perang sarung hingga berjalan ke arah jalan raya, padahal saat itu kondisi arus lalin cukup ramai," tulis akun @info.jakarta timur dan keterangannya.
Polisi Lakukan Penyelidikan
Kapolsek Makassar, Kompol Untung Riswaji, mengatakan bahwa pihaknya masih menyelidiki peristiwa tersebut. Hingga saat ini, polisi belum dapat memastikan identitas pelaku maupun lokasi dan waktu kejadian yang sebenarnya.
"Masih penyelidikan, itu lagi kita pastikan," ungkap Untung saat dikonfirmasi, Kamis (13/3).
Tradisi yang Berujung Kericuhan
Aksi perang sarung seringkali terjadi setiap bulan Ramadhan, terutama selepas tarawih. Awalnya, perang sarung dianggap sebagai tradisi permainan, tetapi kini kerap berubah menjadi ajang tawuran yang dapat mengganggu ketertiban umum dan membahayakan keselamatan.
Video yang beredar luas di media sosial menunjukkan kondisi lalu lintas yang sedang sibuk saat perang sarung berlangsung. Teriakan para remaja dan suara klakson kendaraan terdengar saling bersahutan, menambah kekacauan di lokasi kejadian.
Pihak kepolisian menghimbau masyarakat, terutama para orang tua, untuk lebih mengawasi anak-anak mereka agar tidak terlibat dalam aksi serupa yang bisa membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama