RADARTUBAN - Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, kembali menjadi pusat perhatian menjelang Lebaran. Ribuan pengunjung memadati pasar tekstil terbesar di Asia Tenggara ini untuk berburu pakaian muslim seperti gamis, hijab, dan abaya.
Gamis berbahan linen polo menjadi salah satu produk paling laris dengan omzet pedagang yang meningkat hingga Rp. 3-7 juta per hari.
Namun, di tengah kemeriahan belanja, ancaman copet menjadi momok bagi pengunjung. Kepadatan pasar memudahkan pelaku kejahatan untuk beraksi.
Beberapa pengunjung mengaku harus ekstra hati-hati menjaga barang bawaan mereka agar terhindar dari kehilangan.
Para pembeli menghadapi dilema antara berbelanja langsung di pasar atau memilih opsi belanja online. Meski harga di Tanah Abang lebih murah dan desainnya beragam, kemacetan serta risiko keamanan membuat sebagian orang mempertimbangkan belanja dari rumah.
Namun, bagi resellers, Tanah Abang tetap menjadi destinasi utama untuk mendapatkan stok barang dengan harga kompetitif.
Meskipun tantangan seperti copet dan keramaian terus menghantui, pasar Tanah Abang tetap menjadi magnet bagi masyarakat yang ingin tampil maksimal saat Lebaran. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni