Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Plengkung Gading Yogyakarta Tutup Total, Berikut Penjelasan dan Fakta Uniknya

Nadia Nafifin • Minggu, 16 Maret 2025 | 18:14 WIB
Plengkung Gading di Jogja.
Plengkung Gading di Jogja.

RADARTUBAN - Plengkung Gading, atau yang juga dikenal sebagai Plengkung Nirbaya, merupakan salah satu bangunan bersejarah di Yogyakarta yang resmi ditutup sepenuhnya mulai Sabtu, (15/3), pukul 07.00 WIB.

Meskipun terkesan tiba-tiba, rencana penutupan ini sebenarnya sudah dibahas sejak Januari 2025. Bahkan, pada 10 Maret 2025, sempat diberlakukan sistem satu arah di kawasan tersebut sebagai langkah awal.

Penutupan ini menimbulkan pertanyaan di kalangan warga Yogyakarta dan wisatawan, mengapa Plengkung Gading ditutup total dan apa alasan di balik keputusan ini?

Alasan Penutupan Total Plengkung Gading

Menurut laman resmi Portal Pemerintah Daerah DIY, penutupan Plengkung Gading dilakukan sebagai bagian dari upaya konservasi menyeluruh untuk melestarikan dan menyelamatkan Plengkung Nirbaya.

Selain bertujuan untuk melestarikan struktur bangunan, konservasi Plengkung Gading juga dilakukan demi keselamatan pengendara yang melintas di kawasan tersebut.

“Tidak hanya sebagai upaya mitigasi terhadap penyelamatan Plengkung Nirbaya saja, namun juga mitigasi terhadap keselamatan manusia dan kendaraan yang sangat mungkin terdampak dari kerentanan Plengkung Nirbaya tersebut. Sehingga perlu dilakukan antisipasi terhadap potensi kejadian yang tidak diinginkan”, kata Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi.

Sejak 2015, pengamatan dan pemantauan telah dilakukan, dan hasilnya menunjukkan bahwa dampak kerusakan lebih besar dari yang diperkirakan. Hal ini disebabkan oleh faktor usia bangunan serta kondisi lingkungan sekitarnya.

Agar proses konservasi dapat berjalan optimal, diperlukan area yang bebas hambatan serta waktu yang cukup. Inilah alasan utama mengapa Plengkung Gading ditutup total.

Secara kasat mata, Plengkung Nirbaya memang terlihat utuh dan tidak mengalami masalah, tetapi hasil pemantauan menunjukkan bahwa strukturnya rentan dan memerlukan tindakan penyelamatan segera.

 

Fakta Unik Plengkung Gading Yogyakarta

Plengkung Gading terletak di Jalan Patehan Kidul No. 4, Patehan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta, sekitar 300 meter dari Alun-Alun Selatan. Bangunan bersejarah ini memiliki beberapa fakta menarik yang perlu diketahui:

 

1. Makna Plengkung Gading

Menurut buku Struktur Bangunan Kraton Yogyakarta (1980) yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Plengkung Gading berarti tembok melengkung yang berfungsi sebagai pintu gerbang pada benteng yang mengelilingi Keraton Yogyakarta.

 

2. Salah Satu Plengkung yang Masih Utuh

Dulunya, terdapat lima plengkung di sekitar Keraton Yogyakarta. Namun, hingga kini, hanya dua yang masih bertahan dalam kondisi utuh, yaitu Plengkung Gading dan Plengkung Wijilan.

 

3. Ornamen Sayap dan Bunga Melati yang Penuh Makna

Menurut buku Pisowanan Alit 1 (2012) karya Ki Herman Sinung Janutama, Plengkung Gading memiliki ornamen sayap atau "lar" di sisi kanan dan kiri, yang melambangkan keunggulan dan keluhuran.

Di bagian puncaknya, terdapat bunga melati yang disebut "bunga malati". Ornamen ini memiliki makna filosofis, yaitu bahwa siapa pun yang tidak memiliki niat baik atau tulus di tanah Ngayogyakarta Hadiningrat, hidupnya tidak akan selamat atau akan "malati".

 

4. Sultan Dilarang Melewati Plengkung Gading

Berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor 108/KEP/2017, Sultan yang masih hidup tidak diperbolehkan melewati Plengkung Gading. Hal ini karena ruas jalan dari Alun-Alun Kidul hingga Plengkung Nirbaya digunakan sebagai jalur prosesi pemakaman Sultan menuju Imogiri.


Terkait penutupan Plengkung Gading mulai 15 Maret 2025 untuk proses konservasi. Hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai kapan bangunan bersejarah ini akan dibuka kembali untuk masyarakat umum. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#wisatawan #yogyakarta #fakta unik #Plengkung Gading