Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Meskipun Dianggap Sebagai Limbah, Berikut Cara Daur Ulang Minyak Jelantah di Rumah Agar lebih Bermanfaat

M Robit Bilhaq • Senin, 17 Maret 2025 | 01:35 WIB

 

Ilustrasi jelantah atau minyak bekas.
Ilustrasi jelantah atau minyak bekas.

RADARTUBAN - Minyak jelantah sering dilihat sebagai limbah yang tidak lagi berguna dan langsung dibuang percuma.

Padahal, minyak bekas ini bisa dimanfaatkan dengan berbagai cara yang lebih bermanfaat.

Beberapa orang memilih menjual minyak jelantah ke pengepul, sementara yang lainnya mengolahnya sendiri di rumah menjadi berbagai produk berguna.

Jika dibuang sembarangan, minyak jelantah ini bisa mencemari lingkungan dengan menyumbat saluran air dan merusak ekosistem tanah.

Minyak yang masuk ke sistem pembuangan juga dapat menciptakan lapisan lemak yang sulit terurai, menyebabkan tersumbatnya saluran air dan mengganggu kehidupan di perairan.

Maka dari itu, daripada membuangnya, minyak jelantah bisa diolah kembali menjadi sesuatu yang lebih berguna.

Beberapa produk yang bisa dibuat dari minyak jelantah antara lain sabun, lilin, dan bahkan bahan bakar biodiesel.

Dengan sedikit proses yang dilakukan, minyak yang tampaknya tidak berguna ini bisa memiliki nilai tambah dan sekaligus membantu mengurangi pencemaran lingkungan.

 

Berikut Ini Adalah Beberapa Cara Untuk Mengolah Minya Jelantah Yang Dapat Dilakukan Di Rumah

 

1. Membuat Sabun dari Minyak Jelantah
Salah satu cara paling populer untuk mendaur ulang minyak jelantah adalah mengubahnya menjadi sabun. Sabun dari minyak jelantah bisa digunakan untuk mencuci pakaian, alat dapur, atau bahkan sebagai sabun mandi jika melalui proses yang benar.

Untuk membuat sabun dari minyak jelantah, bahan utama yang dibutuhkan adalah soda api (NaOH). Reaksi antara minyak dan soda api akan menghasilkan sabun batang yang dapat bermanfaat sehari-hari.

Menurut Organic Chemistry Third Edition (2011) karya Janice Smith, sabun terbentuk melalui proses saponifikasi, di mana minyak bereaksi dengan larutan basa seperti soda api untuk menghasilkan garam asam lemak yang disebut sabun.

Janetti Francischi, seorang farmasis asal Brasil, menyarankan agar minyak jelantah yang digunakan harus dilakukan penyatingan terlebih dahulu untuk menghilangkan sisa-sisa makanan atau kotoran.

Setelah itu, minyak dicampurkan dengan larutan soda api dan diaduk selama sekitar 40 menit agar semua bahan tercampur sempurna. Setelah adonan sabun mengeras, sabun dapat dipotong-potong dan digunakan setelah proses pematangan selama beberapa minggu.

Selain bermanfaat bagi lingkungan, pembuatan sabun dari minyak jelantah juga dapat menjadi peluang usaha rumahan. Dengan menambahkan aroma atau pewarna alami, sabun ini bisa lebih menarik bagi konsumen yang peduli dengan produk ramah lingkungan.

 

2. Mengolah Minyak Jelantah Menjadi Lilin
Minyak jelantah juga dapat sidulap menjadi lilin, yang bisa digunakan sebagai penerangan alternatif atau hiasan dekoratif.

Lilin dari minyak jelantah bisa dibuat dengan mencampurkannya dengan lilin lebah atau stearin. Setelah dipanaskan dan dicampurkan dengan bahan tambahan tersebut, minyak dapat dibentuk menjadi lilin dan diberi pewangi sesuai selera.

Dalam jurnal Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering (2021), Luh Putu Wrisiati menjelaskan bahwa minyak jelantah perlu dijernihkan terlebih dahulu menggunakan arang aktif sebelum dicampur dengan stearin dan alkohol.

Proses ini bertujuan untuk menghilangkan bau tidak sedap dari minyak jelantah sehingga lilin yang dihasilkan memiliki aroma yang lebih aman.

Setelah minyak dan lilin lebah atau stearin dicampur, campuran tersebut dituangkan ke dalam cetakan dengan sumbu lilin di tengahnya. Setelah mengeras, lilin siap digunakan. Selain untuk keperluan pribadi, lilin dari minyak jelantah juga bisa dijual sebagai produk ramah lingkungan dengan berbagai variasi aroma dan bentuk.

 

3. Mengolah Minyak Jelantah Menjadi Biodiesel

Selain diubah menjadi sabun dan lilin, minyak jelantah juga bisa diolah menjadi biodiesel, yaitu bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar fosil.

Proses pembuatan biodiesel dari minyak jelantah ini cukup rumit yaitu melibatkan reaksi kimia yang disebut transesterifikasi, yaitu mencampurkan minyak dengan katalis seperti soda api (NaOH) dan metanol. Reaksi ini memecah molekul minyak menjadi metil ester (biodiesel) dan gliserol sebagai produk sampingan.

Proses pembuatan biodiesel membutuhkan waktu kurang lebih empat jam agar minyak benar-benar berubah menjadi bahan bakar yang aman digunakan.

Biodiesel yang dihasilkan bisa digunakan sebagai bahan bakar kendaraan atau mesin diesel tertentu, meskipun hal ini perlu dilakukan pemurnian lebih lanjut agar kualitasnya optimal. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#minyak jelantah #lilin #Diolah #mengolah #brasil