RADARTUBAN - Balapan lari malam hari kini menjadi tren olahraga baru yang menyemarakkan suasana Ramadhan di Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah.
Aktivitas ini tak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga dinilai mampu menyalurkan energi positif kawula muda, menggantikan kegiatan negatif seperti balapan liar yang kerap terjadi di jalanan.
Salah satu lomba balap lari yang menarik perhatian adalah inisiatif dari Brauhaus Kafe.
Lomba yang berlangsung pada Jumat malam (14/3) di Jalan Ahmad Yani itu berhasil menyedot perhatian ratusan warga. Penonton memadati sisi jalan untuk menyaksikan puluhan pelari amatir berlomba dengan penuh semangat.
Acara dimulai pukul 23.00 WIB dan berakhir pukul 01.00 dini hari dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang. Panitia penyelenggara, Hadi, mengungkapkan bahwa kegiatan ini mendapat respon positif dari masyarakat.
“Kami sangat senang melihat antusiasme warga, terutama generasi muda. Melihat suksesnya acara ini, kami berencana menggelarnya secara rutin selama Ramadan, bahkan menjadikannya agenda tahunan,” ujar Hadi.
Lomba balap lari ini diikuti puluhan peserta, dengan sistem pertandingan yang mempertemukan empat pelari dalam setiap babak. Pemenang tiap babak berlanjut ke babak berikutnya hingga final.
Proses ini berlangsung dengan suasana penuh semangat dan dukungan dari penonton.
Selain menjadi ajang olahraga, kegiatan ini juga diharapkan mampu menginspirasi komunitas lain untuk menyelenggarakan acara serupa.
"Sayang sekali kalau energi remaja disalurkan ke hal-hal yang merusak atau mengganggu, seperti balapan liar. Dengan kegiatan ini, mereka memiliki ruang untuk berkompetisi secara sehat," tambah Hadi.
Keberhasilan lomba ini membuka peluang untuk menggelar berbagai aktivitas serupa di malam-malam berikutnya selama bulan Ramadhan. Selain itu, acara ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antar warga yang berkumpul untuk mendukung para pelari.
Masyarakat berharap kegiatan ini dapat terus berlangsung dan menjadi inspirasi bagi kota-kota lain untuk menciptakan suasana Ramadhan yang lebih produktif dan penuh nilai positif. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama