Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

5 Deretan Pulau Penjara Paling Menyeramkan di Dunia yang Bisa Ditiru Indonesia

Bihan Mokodompit • Rabu, 19 Maret 2025 | 23:10 WIB

 

Ilustrasi pulau terpencil yang bisa digunakan untuk pembangunan penjara koruptor
Ilustrasi pulau terpencil yang bisa digunakan untuk pembangunan penjara koruptor

RADARTUBAN - Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini mengungkapkan rencana pembangunan penjara bagi para koruptor di sebuah pulau terpencil.

Gagasan ini bertujuan untuk mencegah napi melarikan diri atau berkeliaran bebas saat malam hari.

"Kita akan cari pulau. Kalau mereka mau keluar, biar ketemu sama hiu," ujar Prabowo dalam pernyataannya pada Kamis (13/3).

Namun, konsep penjara di pulau terpencil sebenarnya bukan hal baru. Sejumlah negara telah menerapkan sistem serupa, membangun fasilitas tahanan di pulau yang sulit diakses demi menjaga keamanan maksimum.

Berikut beberapa pulau penjara paling mengerikan yang pernah ada di dunia.

 
1. Pulau Coiba, Panama – Pulau yang Jadi Neraka bagi Tahanan

Pulau Coiba, yang kini berstatus Situs Warisan Dunia UNESCO, dulunya menyimpan sejarah kelam sebagai penjara bagi penjahat paling berbahaya di Panama sejak tahun 1919.

Laporan dari National Geographic menyebutkan bahwa para napi di Coiba tidak dikurung di dalam sel seperti lazimnya penjara modern.

Sebaliknya, mereka ditempatkan di kamp-kamp terbuka, sementara para penjaga tinggal di benteng-benteng kecil di bagian utara pulau.

Meski tanpa dinding penjara, melarikan diri dari Coiba adalah misi mustahil. Perairan sekitar pulau ini dipenuhi hiu dan buaya, menjadikannya tempat yang lebih mirip hukuman mati daripada sekadar pembuangan tahanan.

Pada masa pemerintahan diktator Panama Omar Torrijos dan Manuel Noriega, banyak tahanan politik yang dikirim ke sini dan dikenal sebagai "Orang-orang yang hilang".

Mereka yang dikirim ke Coiba jarang bisa kembali dengan selamat. Setelah lebih dari delapan dekade beroperasi, penjara ini akhirnya ditutup pada tahun 2004.

 
2. Alcatraz, Amerika Serikat – Penjara dengan Keamanan Super Ketat

Berlokasi di Teluk San Francisco, California, Alcatraz merupakan salah satu penjara dengan sistem keamanan paling ketat dalam sejarah Amerika Serikat.

Menurut laporan dari Kompas.com (14/9/2021), Alcatraz dulunya digunakan untuk menahan penjahat kelas berat yang dianggap sulit dikendalikan.

Penjara ini mulai beroperasi sejak akhir 1850-an, awalnya sebagai tempat penahanan militer sebelum akhirnya dialihkan ke Departemen Kehakiman AS pada tahun 1933.

Sepanjang sejarahnya, 1.576 narapidana pernah mendekam di penjara ini. Meski banyak yang mencoba kabur, tidak ada satu pun yang berhasil melarikan diri hidup-hidup.

Penjara ini akhirnya ditutup pada tahun 1963 karena biaya operasionalnya yang terlalu tinggi dibandingkan penjara federal lainnya.

 
3. Robben Island, Afrika Selatan – Penjara Politik yang Menjebak Nelson Mandela

Pulau Robben Island adalah tempat di mana Nelson Mandela, mantan Presiden Afrika Selatan sekaligus penerima Nobel Perdamaian, dipenjara selama bertahun-tahun.

Pada era kolonial, pulau ini digunakan oleh Inggris dan Belanda untuk membuang penderita kusta serta pasien rumah sakit jiwa.

Namun, mulai tahun 1960 hingga 1991, tempat ini berubah menjadi penjara politik bagi mereka yang menentang sistem apartheid di Afrika Selatan.

Kini, Robben Island telah dialihfungsikan sebagai destinasi wisata sejarah. Pengunjung dapat melihat langsung kondisi sel Mandela serta bangunan-bangunan lain yang menjadi saksi bisu perjuangan para tahanan di sana.

 
4. Kepulauan Galapagos, Ekuador – Kamp Kerja Paksa yang Mengerikan

Selain terkenal dengan keanekaragaman hayatinya, Kepulauan Galapagos juga menyimpan sejarah kelam sebagai tempat pengasingan bagi tahanan politik dan kriminal sejak tahun 1830-an.

Menurut laporan dari Star Insider, sekitar 300 tahanan ditahan dalam kondisi yang sangat buruk.

Mereka dipaksa bekerja dalam proyek yang dikenal sebagai Tembok Air Mata. Tembok Air Mata ini adalah sebuah tembok yang sebenarnya tidak memiliki tujuan selain sebagai bentuk penyiksaan.

Banyak napi yang akhirnya meninggal karena kelelahan dan penyiksaan saat membangun tembok ini. Galapagos, yang kini menjadi salah satu kawasan wisata alam terkenal, dulunya adalah tempat penuh penderitaan bagi para tahanan yang dikirim ke sana.

 
5. Devil’s Island, Prancis – Neraka di Tengah Lautan Hiu

Devil’s Island, yang terletak di Guyana Prancis, adalah salah satu penjara pulau paling kejam dalam sejarah dunia
.
Mengutip laporan dari The Vintages, sekitar 60.000 tahanan pernah mendekam di sini, tetapi hanya sekitar 2.000 orang yang berhasil bertahan hidup.

Awalnya dibuka pada tahun 1852 sebagai tempat isolasi penderita kusta, pulau ini kemudian berubah menjadi penjara bagi tahanan politik.

Melarikan diri dari Devil’s Island hampir mustahil. Perairan sekitarnya memiliki arus yang ganas dan dipenuhi hiu pemangsa. Selain itu, kondisi di dalam penjara sangat tidak manusiawi—para tahanan dijejalkan ke dalam sel kecil tanpa akses cahaya dan dilarang berbicara selama berbulan-bulan.

Salah satu bagian paling terkenal dari pulau ini adalah Rute Nol, sebuah jalan yang dipaksa dibangun oleh para tahanan tetapi tidak pernah digunakan.

Devil’s Island akhirnya ditutup pada tahun 1953 setelah hampir satu abad penuh penderitaan bagi para napi yang dikirim ke sana. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Pulau Penjara Paling Menyeramkan di Dunia #pembangunan penjara #pulau terpencil #presiden prabowo subianto #koruptor