RADARTUBAN- Pemprov DKI Jakarta kembali membuka pendaftaran untuk program mudik gratis gelombang kedua pada tanggal (19/3).
Setelah gelombang pertama yang sukses dengan 22. 403 tiket habis terjual dalam waktu singkat pada (7/3), pemerintah daerah mengambil langkah cepat untuk memenuhi antusiasme masyarakat dengan menambah 27 bus, yang menyediakan 1. 161 kursi tambahan.
Program ini memberikan kesempatan bagi warga Jakarta untuk merayakan Lebaran bersama keluarga di kampung halaman tanpa khawatir mengenai biaya transportasi.
Mudik gratis Jakarta ini mencakup rute menuju enam provinsi dan 20 kota tujuan, termasuk Palembang dan Bandar Lampung di Sumatera, Kuningan dan Tasikmalaya di Jawa Barat, sepuluh kota di Jawa Tengah (dari Tegal hingga Sragen), satu kota di Yogyakarta, serta lima kota di Jawa Timur, seperti Blitar dan Malang.
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui situs mudikgratis. jakarta. go. id, dengan sejumlah persyaratan yang perlu disiapkan, yaitu Kartu Keluarga (KK) dan KTP DKI Jakarta (diutamakan), serta STNK jika membawa sepeda motor.
Pemberangkatan dijadwalkan berlangsung pada (27/3) dari Monas, sementara truk yang membawa sepeda motor akan berangkat sehari sebelumnya dari Terminal Pulogadung. Arus balik diperkirakan pada (6/4).
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menjelaskan bahwa penambahan kuota ini juga diambil sebagai respons terhadap pendaftar gelombang pertama yang tidak valid.
Dia menekankan pentingnya kemudahan dalam pendaftaran dan peningkatan jumlah armada tahun ini untuk menampung lebih banyak pemudik.
"Ada tambahan 1. 161 tempat duduk," ujar Syafrin.
Pendaftaran gelombang kedua dapat dilakukan secara daring melalui situs mudikgratis. jakarta. go. id. Para peserta yang telah mendaftar di gelombang pertama dapat menggunakan akun yang sama.
Proses pendaftaran dirancang agar mudah dan efisien, sehingga Pemprov DKI Jakarta berharap semua warga yang berhak dapat memanfaatkan program ini dengan baik. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi situs resmi mudikgratis. jakarta. go. id atau hubungi hotline yang tersedia. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni