RADARTUBAN - Dua petugas keamanan SMKN 9 Kabupaten Tangerang menjadi korban kekerasan brutal oleh dua oknum anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerhana.
Peristiwa yang terjadi pada Senin (17/3), ini dipicu oleh dugaan permintaan Tunjangan Hari Raya (THR) yang tidak dipenuhi pihak sekolah.
Kapolres Tangerang Kota, Kombes Pol Baktiar Joko Mujiono, menjelaskan bahwa insiden bermula ketika dua anggota LSM mendatangi sekolah untuk menanyakan tanggapan terkait surat yang mereka kirim sebelumnya.
Surat tersebut diduga berisi permintaan THR. Setelah diarahkan bertemu dengan staf sekolah, kedua pelaku terlibat cekcok dengan dua satpam, Karyono, 50 dan Sunarto, 45, yang berujung pada aksi kekerasan.
“Karyono mengalami luka tusuk di bagian kepala belakang akibat senjata tajam, sementara Sunarto menderita luka memar di wajah karena dipukul menggunakan helm,” ungkap Kombes Baktiar.
Kejadian ini terekam dalam CCTV sekolah dan langsung viral di media sosial. Kedua korban segera dilarikan ke RSUD Balaraja untuk mendapatkan perawatan medis.
Sementara itu, polisi telah mengantongi identitas pelaku dan sedang melakukan pengejaran intensif.
Mansur, Kepala Humas SMKN 9, membantah tuduhan bahwa insiden ini berkaitan dengan dana THR.
Dia menyebut bahwa kedatangan pelaku sebenarnya untuk menanyakan dugaan penyelewengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan subsidi BBM, yang menurutnya tidak berdasar.
“Kami tidak pernah menerima dana subsidi BBM seperti yang dituduhkan,” tegas Mansur.
Kasus ini menyoroti pentingnya pengamanan di lingkungan pendidikan serta perlunya tindakan tegas terhadap oknum yang melakukan kekerasan. Hingga kini, pihak kepolisian terus mendalami motif sebenarnya di balik insiden tersebut. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni