Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Jelang Mudik Lebaran 2025, Wapres Gibran: AI Bisa Jadi Solusi Kemacetan

Bihan Mokodompit • Jumat, 21 Maret 2025 | 19:05 WIB
Wakil presiden Gibran Rakabuming Raka.
Wakil presiden Gibran Rakabuming Raka.


RADARTUBAN - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa penerapan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia seharusnya tidak terbatas pada industri kreatif seperti pembuatan foto, video, dan animasi.

Menurutnya, teknologi ini memiliki potensi besar untuk membantu sektor publik, terutama dalam mengatasi permasalahan kemacetan saat arus mudik.

Dia menjelaskan bahwa AI bisa dimanfaatkan dalam berbagai aspek pemerintahan, mulai dari pengelolaan administrasi, sistem perpajakan, hingga upaya mitigasi bencana.

 
Baca Juga: Setelah MBG, Prabowo-Gibran Ingin Sekolah Rakyat Gratis Bisa Dilaksanakan Tahun Ini

 

"Ke depan, kita ingin yang namanya pelayanan publik, pembayaran pajak, atau nanti besok kita mudik, ya, kita pengen nanti untuk masalah traffic [lalu lintas] bisa dibantu AI. Jadi penumpukan di exit toll dan tempat-tempat lain itu bisa dipecahkan dengan AI,” ujar Gibran dalam keterangannya pada Kamis (20/3).

Selain permasalahan lalu lintas, dia juga menyoroti potensi AI dalam menghadapi bencana alam yang kerap terjadi di berbagai daerah, seperti banjir yang belakangan ini melanda beberapa wilayah.

“Atau mungkin juga karena akhir-akhir ini banyak banjir, ini nanti ke depan saya yakin AI bisa membantu juga,” tambahnya.

Hal tersebut merupakan bagian dari inisiatif pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat perkembangan teknologi AI di Indonesia.

 

 

Dalam kesempatan yang sama, wakil presiden Gibran mengapresiasi upaya pendidikan di Indonesia dalam membangun ekosistem pembelajaran berbasis AI.

“Saya sangat senang sekali di sini benar-benar bisa meng-embrace (mengadopsi) kemajuan teknologi, terutama AI,” ujarnya.

Dia juga menekankan pentingnya menyesuaikan sistem pendidikan di Indonesia dengan tren global, di mana banyak negara telah mengintegrasikan AI ke dalam kurikulum mereka untuk membekali generasi muda dengan keterampilan teknologi yang relevan.

“Di negara-negara lain, pemerintahnya sudah mulai melakukan ini, anak-anak mudanya didorong untuk adaptasi dengan AI,” katanya.

 

Gibran memastikan bahwa kehadiran AI tidak akan menggantikan peran manusia sepenuhnya. Sebaliknya, teknologi ini berfungsi sebagai alat yang membantu meningkatkan efisiensi tanpa menghilangkan nilai interaksi manusia.

“Ini bukan ancaman, tidak akan menggantikan manusia. Karena apapun itu, yang namanya human touch masih diperlukan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, dia juga memuji langkah UPH yang menjadi universitas pertama di Indonesia yang menghadirkan fakultas khusus AI. Menurutnya, inisiatif ini mencerminkan kesiapan dunia pendidikan dalam menghadapi era digital yang terus berkembang. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#solusi kemacetan #AI #kecerdasan buatan #mudik #gibran rakabuming raka #industri #Wakil Presiden