RADARTUBAN - Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, memberikan tanggapan santai terkait teror pengiriman kepala babi kepada jurnalis Tempo.
Dalam pernyataannya, Hasan menyarankan agar kepala babi tersebut dimasak, mengacu pada reaksi jurnalis Francisca Christy Rosana yang meminta dikirimi daging babi di media sosial.
Hasan berpendapat bahwa sikap santai tersebut menunjukkan bahwa Francisca tidak merasa terancam dan justru bisa bercanda mengenai situasi itu.
Hasan menekankan bahwa insiden ini seharusnya tidak dibesar-besarkan, menyatakan bahwa ini adalah masalah antara Tempo dan pihak lain yang tidak diketahui.
Ia juga mempertanyakan keaslian pengiriman kepala babi tersebut, apakah itu benar-benar terjadi atau hanya lelucon. Menurutnya, pemerintah tidak ingin terlibat dalam masalah ini dan menegaskan komitmennya terhadap kebebasan pers.
Namun, pernyataan Hasan menuai kritik dari berbagai kalangan. Koalisi Masyarakat Sipil mengecam tanggapannya yang dianggap meremehkan situasi serius ini.
Mereka menilai teror tersebut sebagai ancaman terhadap kebebasan pers di Indonesia dan mendesak pihak berwenang untuk mengambil tindakan tegas.
Paket berisi kepala babi tersebut dikirim ke kantor Tempo pada Rabu (19/3) dan diterima oleh Francisca pada Kamis (20/3).
Kejadian ini telah dilaporkan ke polisi oleh Tempo dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ), yang menyatakan bahwa tindakan ini merupakan intimidasi serius terhadap jurnalis. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni