RADARTUBAN - Pasar saham Indonesia kembali terpuruk dengan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin (24/3). Pada pukul 10.19 WIB, IHSG gugur 4,05 persen atau turun 253,4 poin ke level 6.004,7.
Gelombang aksi jual tak terbendung, membuat hanya 70 saham yang masih bertahan di zona hijau. Sementara itu, sebanyak 549 saham rontok, dan 156 saham stagnan di tengah tekanan besar di pasar.
Menjelang libur panjang Lebaran, kepanikan semakin terasa di kalangan investor. Riset dari Kiwoom Sekuritas Indonesia (KSI Research) menyebutkan bahwa strategi pengurangan portofolio menjadi langkah aman untuk menghindari risiko ketidakpastian saat pasar tutup selama high season.
Tak hanya faktor domestik, kondisi global juga makin memperkeruh situasi. Kebijakan tarif impor baru dari pemerintahan Donald Trump menambah tekanan di pasar keuangan, mendorong banyak investor memilih langkah wait and see.
Pasar saham sebenarnya sudah menunjukkan sinyal bahaya sejak pekan lalu. Pada Selasa (18/3), IHSG sempat anjlok begitu dalam hingga Bursa Efek Indonesia (BEI) harus menghentikan perdagangan sementara melalui trading halt. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni